OXO Group Indonesia Luncurkan The Pavilions, Angkat Konsep Wellness Living
Selasa, 15 April 2025 - 14:58 WIB
loading...
OXO Group Indonesia mengumumkan akan meluncurkan OXO The Pavilions pada Juni 2025, yang mengangkat konsep wellness living di Nuanu, Bali. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - OXO Group Indonesia akan meluncurkan OXO The Pavilions pada Juni 2025. Sebuah proyek hunian pertama yang mengangkat konsep wellness living di Nuanu, Bali.
Proyek visioner yang menawarkan arsitektur berkelanjutan, kemewahan modern, dan kesejahteraan sempurna ini, merupakan pengembangan hunian berkonsep wellness living dengan status hak milik pertama di Indonesia. Bali , yang telah lama identik dengan kesehatan dan kebahagiaan, menarik wisatawan dan investor yang mencari keseimbangan, ketenangan, dan kehidupan holistik.
“Dengan lanskapnya yang subur, tradisi penyembuhan kuno, dan budaya kesehatan holistik yang berkembang pesat, Pulau Dewata adalah lokasi yang sempurna untuk konsep inovatif ini. Namun hingga saat ini, konsep hunian yang fokus pada kesehatan—terutama di segmen premium dengan status hak milik—belum tersentuh di Indonesia,” kata Pendiri dan CEO OXO Group Indonesia Johannes Weissenbaeck dalam siaran pers, Selasa (15/4/2025). Baca juga: OXO Group Kolaborasi Penuhi Permintaan Hunian Berkonsep Neo Luxury di Bali
Menurutnya, The Pavilions, merupakan hunian berkonsep wellness living pertama di Indonesia yang memperkenalkan babak baru dalam dunia lifestyle real estat. Melalui proyek perintis ini, OXO mendefinisikan ulang lanskap real estat dengan mengintegrasikan pengalaman hidup sehat kelas dunia ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Visi kami adalah menciptakan sebuah tempat berlindung di mana para penghuninya dapat berkembang—secara fisik, mental, dan emosional—di tengah keindahan alam Bali. Proyek baru ini berakar kuat pada wellness architecture dan pendekatan holistik terhadap kehidupan itu sendiri,” ujarnya.
Terinspirasi cara hidup tradisional di Bali, mereka juga mempelajari apa yang disebut ‘zona biru’ di mana orang hidup lebih lama dan lebih bahagia, menyeimbangkan kesendirian dan hubungan diri dengan interaksi sosial yang bermakna. ”Dengan mengingat hal ini, kami membawa misi untuk menciptakan ruang yang menginspirasi, menyembuhkan, dan meningkatkan pengalaman kesehatan ke tingkat baru yang menetapkan standar baru untuk kehidupan neo-luxury di Bali,” jelasnya.
Johannes Weissenbaeck menuturkan, minat investor dan pariwisata di Bali bergeser ke arah barat, yakni ke daerah-daerah seperti Seseh, Nuanu, Cemagi, Kedungu, Tabanan, dan bahkan Tanah Lot. Mereka ini umumnya adalah keluarga yang mencari lingkungan yang lebih tenang dan terhubung dengan alam.
Proyek visioner yang menawarkan arsitektur berkelanjutan, kemewahan modern, dan kesejahteraan sempurna ini, merupakan pengembangan hunian berkonsep wellness living dengan status hak milik pertama di Indonesia. Bali , yang telah lama identik dengan kesehatan dan kebahagiaan, menarik wisatawan dan investor yang mencari keseimbangan, ketenangan, dan kehidupan holistik.
“Dengan lanskapnya yang subur, tradisi penyembuhan kuno, dan budaya kesehatan holistik yang berkembang pesat, Pulau Dewata adalah lokasi yang sempurna untuk konsep inovatif ini. Namun hingga saat ini, konsep hunian yang fokus pada kesehatan—terutama di segmen premium dengan status hak milik—belum tersentuh di Indonesia,” kata Pendiri dan CEO OXO Group Indonesia Johannes Weissenbaeck dalam siaran pers, Selasa (15/4/2025). Baca juga: OXO Group Kolaborasi Penuhi Permintaan Hunian Berkonsep Neo Luxury di Bali
Menurutnya, The Pavilions, merupakan hunian berkonsep wellness living pertama di Indonesia yang memperkenalkan babak baru dalam dunia lifestyle real estat. Melalui proyek perintis ini, OXO mendefinisikan ulang lanskap real estat dengan mengintegrasikan pengalaman hidup sehat kelas dunia ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Visi kami adalah menciptakan sebuah tempat berlindung di mana para penghuninya dapat berkembang—secara fisik, mental, dan emosional—di tengah keindahan alam Bali. Proyek baru ini berakar kuat pada wellness architecture dan pendekatan holistik terhadap kehidupan itu sendiri,” ujarnya.
Terinspirasi cara hidup tradisional di Bali, mereka juga mempelajari apa yang disebut ‘zona biru’ di mana orang hidup lebih lama dan lebih bahagia, menyeimbangkan kesendirian dan hubungan diri dengan interaksi sosial yang bermakna. ”Dengan mengingat hal ini, kami membawa misi untuk menciptakan ruang yang menginspirasi, menyembuhkan, dan meningkatkan pengalaman kesehatan ke tingkat baru yang menetapkan standar baru untuk kehidupan neo-luxury di Bali,” jelasnya.
Johannes Weissenbaeck menuturkan, minat investor dan pariwisata di Bali bergeser ke arah barat, yakni ke daerah-daerah seperti Seseh, Nuanu, Cemagi, Kedungu, Tabanan, dan bahkan Tanah Lot. Mereka ini umumnya adalah keluarga yang mencari lingkungan yang lebih tenang dan terhubung dengan alam.
Lihat Juga :