Trump Mencla-mencle, Kini Mau Tunda Tarif Impor Mobil

Selasa, 15 April 2025 - 18:00 WIB
loading...
Trump Mencla-mencle,...
Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan penundaan tarif untuk impor mobil. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan penundaan tarif untuk impor mobil menambah kelegaan pasar setelah menangguhkan pungutan pada sektor teknologi.

Namun, dia bersikeras bahwa bea masuk akan segera berlaku untuk telepon, komputer, dan barang elektronik utama lainnya. Para investor kini mengamati dengan seksama untuk melihat produk dan perusahaan mana yang mungkin mendapatkan pengecualian sementara.

"Kami akan melihat semikonduktor dan rantai pasokan elektronik secara keseluruhan dalam penyelidikan tarif keamanan nasional yang akan datang," katanya dilansir dari Yahoo Finance, Selasa (15/4/2025).

Baca Juga: Senjata Makan Tuan, Tarif Impor Bikin Kekayaan Trump Tergerus Rp8,3 Triliun

Perkembangan ini merupakan yang terbaru dalam aksi saling balas antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini. Pada Jumat, China membalas tarif Trump yang membengkak dengan menaikkan bea impor barang-barang AS menjadi 125% dari 84%.

Tindakan balasan tersebut mulai berlaku pada hari Sabtu, semakin mengintensifkan perang dagang AS-China yang telah mengguncang saham-saham AS karena tarif AS atas impor China telah membengkak hingga 145%.

Konflik perdagangan telah membebani sentimen investor, bahkan ketika Trump memberlakukan jeda 90 hari untuk tarif Hari Kemerdekaan yang curam dan Uni Eropa menyamai jeda AS untuk bea masuk pembalasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Rekomendasi
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved