Trump Klaim Tarif Resiprokal Bisa Menggantikan Penerimaan Pajak AS

Kamis, 17 April 2025 - 08:29 WIB
loading...
Trump Klaim Tarif Resiprokal...
Presiden AS, Donald Trump mengklaim, tarif resiprokal yang diberlakukan kepada hampir 90 negara itu berpotensi menggantikan pajak penghasilan federal. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim, tarif resiprokal yang diberlakukan kepada hampir 90 negara itu berpotensi menggantikan pajak penghasilan federal. Namun tarif resiprokal Trump yang digambarkan sebagai upaya mengembalikan perdagangan yang adil, ditunda hingga 90 hari setelah kejatuhan pasar saham global.

Sementara itu Trump masih menerapkan tarif impor minimum 10% terhadap semua negara di dunia yang memperdagangkan produk ke AS. Namun China menjadi salah satu dari sedikit pengecualian, ketika tarif impor dari negara tersebut justru naik semakin besar.

Berbicara kepada Fox News, Trump ditanya apakah tarif resiprokal pada akhirnya dapat menggantikan pajak penghasilan. Baca Juga: Menguak Hubungan Trump dan Musk saat Tarif Impor Baru AS Guncang Dunia

"Ada kemungkinan bahwa uang dari tarif bisa begitu besar sehingga akan menggantikannya – Anda tahu, di masa lalu, sekitar 1870 hingga 1913, tarif adalah satu-satunya bentuk uang," kata Trump.

Apa yang disampaikan oleh Trump mengacu pada zaman Gilded Age, yakni periode pertumbuhan industri yang cepat dan meningkatnya kekayaan nasional. Meskipun ditandai dengan ketimpangan pendapatan yang mencolok dan kemiskinan yang meluas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Rekomendasi
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved