Menguak Hubungan Trump dan Musk saat Tarif Impor Baru AS Guncang Dunia
Rabu, 16 April 2025 - 08:22 WIB
loading...
Berbicara saat rapat Kabinet beberapa waktu lalu, Trump mengatakan dia tidak membutuhkan apa pun dari bos Tesla, Elon Musk. Foto/Dok NY Post
A
A
A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melayangkan pujian kepada Elon Musk , Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah AS yang menurutnya, telah melakukan pekerjaan fantastis. Ia juga menegaskan, miliarder paling kaya di muka bumi itu bakal tetap tinggal di Washington untuk jangka panjang.
Berbicara saat rapat Kabinet beberapa waktu lalu, Trump mengatakan dia tidak membutuhkan apa pun dari bos Tesla tersebut -kecuali bahwa dia kebetulan menyukainya–. Ia juga mengungkap, Musk telah membantu melakukan penghematan potensial miliaran dolar di seluruh pemerintah federal.
"Elon (Musk) melakukan pekerjaan yang fantastis. Lihat, dia duduk di sini dan saya tidak peduli. Saya tidak membutuhkan Elon untuk apa pun, selain saya kebetulan menyukainya," kata Trump.
Baca Juga: Miliarder Amerika Ramai-ramai Kecam Tarif Trump, Siapa Saja?
"Tapi saya katakan kepada Anda, orang ini melakukan pekerjaan yang fantastis," lanjutnya.
Sebelumnya hubungan Musk dan orang nomor satu di Amerika dikabarkan retak, setelah sang miliarder memberikan kritik pedas kepada penasihat ekonomi Trump terkait kebijakan tarif baru impor AS .
Berbicara saat rapat Kabinet beberapa waktu lalu, Trump mengatakan dia tidak membutuhkan apa pun dari bos Tesla tersebut -kecuali bahwa dia kebetulan menyukainya–. Ia juga mengungkap, Musk telah membantu melakukan penghematan potensial miliaran dolar di seluruh pemerintah federal.
"Elon (Musk) melakukan pekerjaan yang fantastis. Lihat, dia duduk di sini dan saya tidak peduli. Saya tidak membutuhkan Elon untuk apa pun, selain saya kebetulan menyukainya," kata Trump.
Baca Juga: Miliarder Amerika Ramai-ramai Kecam Tarif Trump, Siapa Saja?
"Tapi saya katakan kepada Anda, orang ini melakukan pekerjaan yang fantastis," lanjutnya.
Sebelumnya hubungan Musk dan orang nomor satu di Amerika dikabarkan retak, setelah sang miliarder memberikan kritik pedas kepada penasihat ekonomi Trump terkait kebijakan tarif baru impor AS .
Lihat Juga :