Jaga Pertumbuhan Ekonomi Biru, Kadin-KKP Mitigasi Dampak Tarif Trump

Jum'at, 18 April 2025 - 20:00 WIB
loading...
Jaga Pertumbuhan Ekonomi...
Kadin dan KKP bersama-sama menyiapkan langkah mengantisipasi dampak tarif Trump terhadap sektor kelautan dan perikanan. FOTO/Tangguh
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) terus mendorong pertumbuhan ekonomi biru atau ekonomi kelautan.Kadin secara aktif juga terus memberi masukan kepada KKP, khususnya terkait persoalan terkini, yakni kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Walaupun hasilnya masih proses (negosiasi), sebagai pelaku usaha harus menyampaikan karena kita mewakili pelaku usaha untuk masalah tarif tersebut karena sampai sekarang kan masih belum tuntas," kata Wakil Ketua Umum Bidang Kelautan dan Perikanan Kadin Indonesia, Yugi Prayanto, Jumat (18/4/2025).

Baca Juga: Pemerintah Bentuk Satgas PHK Hadapi Dampak Perang Tarif

Menurut Yugi, masukan dari para pelaku usaha tersebut penting untuk ditindaklanjuti karena hal ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Kebijakan tarif AS, kata dia, berpotensi mengganggu ekspor hasil laut Indonesia ke Amerika, semisal udang produksi para petambak.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia Mulyadi Jayabaya menambahkan, Kadin bersama pemerintah perlu melihat proyeksi ke depan terkait kondisi ekonomi dan kebijakan AS sekarang. "Kita sudah diskusi tadi bareng-bareng, InsyaAllah pengusaha tidak boleh pesimis, KKP juga akan mendorong bagaimana tumbuhnya ekonomi Indonesia sesuai dengan harapan Presiden, tumbuh 8% ke depan," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tornanda Syaifullah memastikan bahwa pemerintah akan mencari solusi terbaik untuk mengantisipasi masalah tarif tersebut. Tornanda mengatakan, masih ada waktu 90 hari dari pertama kali tarif impor diumumkan untuk para pelaku usaha dan pemerintah sama-sama bergerak mencari jalan keluar.

Baca Juga: Balas Perang Tarif Trump, Presiden China Xi Jinping Galang Kekuatan di ASEAN

"Yang paling penting adalah ini satu momen dimana kita harus mengubah dari hulu sampai hilir. Ini harus tertata dengan baik. Pada prinsipnya kita ingin juga produk kita ini itu laku di pasar internasional," kata Tornanda.

Dia menambahkan, jika seandainya ekspor ke AS nantinya terhenti karena tarifnya terlampau tinggi, maka Indonesia mungkin harus mencari harus pasar-pasar lain yang selama ini belum dijangkau. "Kita harus cari, misalnya ke Timur Tengah, Asia Tenggara, Eropa. Cuma masalahnya adalah bagaimana caranya kita menata ini, hulu-hilir kita ini, hilir kita nggak akan jadi kalau seandainya hulu kita nggak baik," tuturnya.

Tornanda pun berharap kerja sama dari semua pihak, mulai dari pelaku usaha, asosiasi, akademisi, sehingga produk ekonomi biru Indonesia bisa tetap berjaya di pasar internasional. "Pada intinya kami siap membantu, memberikan kemudahan berusaha, aksesibilitas, juga sampai nanti ini membuka akses pasar bersama-sama," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Rekomendasi
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Ruben Onsu Kesal Diawasi...
Ruben Onsu Kesal Diawasi Giorgio saat Bertemu Anak : Saya Ortu Kandungnya
Berita Terkini
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved