Tarif Trump Bikin Banyak Negara Makin Semangat Gabung BRICS

Jum'at, 18 April 2025 - 21:00 WIB
loading...
Tarif Trump Bikin Banyak...
Kebijakan tarif Trump dinilai ikut mendorong banyak negara semakin tertarik bergabung dalam aliansi BRICS. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekspansi BRICS diyakini akan menjadi topik utama diskusi dalam KTT ke-17 yang dijadwalkan diselenggarakan pada 7 dan 8 Juli di Rio De Janeiro, Brasil . Pasalnya, jumlah negara yang menyatakan minat untuk bergabung dengan aliansi tersebut semakin bertambah pada tahun 2025 ini.

Dalam KTT di Brasil nanti, Blok yang beranggotakan 10 negara tersebut akan memutuskan masa depan aliansi, dan semua keputusan akan didasarkan pada konsensus. Minat negara-negara untuk bergabung dengan BRICS semakin tinggi dipicu sikap Amerika Serikat (AS) yang selain kerap mengenakan sanksi sepihak, juga baru-baru ini mengejutkan negara-negara mitra dagangnya dengan kebijakan tarif jumbo yang diberlakukan Presiden Trump.

Baca Juga: Balas Perang Tarif Trump, Presiden China Xi Jinping Galang Kekuatan di ASEAN

Ekspansi BRICS pada 2025 diyakini akan semakin mempercepat dedolarisasi karena semakin banyak negara yang berupaya mengakhiri ketergantungan pada dolar AS. Tercatat, Vietnam menjadi negara ke-44 tahun ini yang telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan BRICS. Dalam kebijakan tarif terbarunya yang diumumkan Trump, AS menampar Vietnamdengan tarif resiprokal sebesar 46%.

"Vietnam secara konsisten menjalankan kebijakan luar negerinya yang independen, mandiri, dan multilateralisasi serta diversifikasi hubungan internasional, dan menjadi teman tepercaya serta anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam tentang minat negara tersebut untuk menjadi bagian dari perluasan BRICS pada tahun 2025, seperti dikutip dari WatcherGuru, Jumat (18/4/2025).

Baca Juga: Siasati Tarif Trump, RI Siap Genjot Pasar Ekspor Eropa dan Australia

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping dalam lawatannya ke negara-negara Asia Tenggara, yang salah satunya mengunjungi Vietnam dengan tegas mengajak negara itu untuk memperkuat kerja sama. Dalam pertemuan di Hanoi, Xi mengajak Vietnam bekerja sama lebih erat dengan China untuk menjaga stabilitas sistem perdagangan global, industri, dan rantai pasok. Xi menjanjikan bahwapasar raksasa China selalu terbuka untuk Vietnam dan menegaskan bahwa China dan Vietnam harus memperkuat fokus strategis dan bersama-sama menentang perundungan unilateral.

Terkait ekspansi BRICS pada 2025, diketahui sebanyak 44 negara telah menyatakan ketertarikannya untuk bergabung. Dari jumlah itu, sebanyak 23 negara telah mengajukan permohonan secara resmi, sementara 21 negara secara informal menyatakan minat untuk bergabung. Perluasan BRICS diyakini akan membuatlebih banyak negara akan bergabung dalam gerakan dedolarisasi.

Sementara itu, di tengah panasnya perang tarif dengan Amerika, China disinyalir terus melakkan dedolarisasi denganmembuang miliaran dolar dan obligasi pemerintah AS.Data terbaru menunjukkan bahwa China telah membuang dolar AS dan obligasi pemerintah senilai USD22,7 miliar dan secara konsisten mengurangi kepemilikannya. Pemerintah China perlahan namun pasti menyingkirkan semua utang AS dan tetap terbebas dari fluktuasi pasar yang berasal dari ekonomi Amerika.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
ART RI-AS Dinilai Tidak...
ART RI-AS Dinilai Tidak Mencerminkan Prinsip Timbal Balik, Indonesia Tanggung Beban Lebih Besar
Rekomendasi
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved