AQUA Dorong Konservasi Air Lewat Skema Pembayaran Jasa Lingkungan
Sabtu, 19 April 2025 - 15:29 WIB
loading...
A
A
A
Skema PJL memberikan insentif kepada masyarakat yang aktif dalam menjaga dan melestarikan sumber daya alam, sekaligus memastikan keberlanjutan ketersediaan air di daerah tersebut.
Pendekatan PJL mendorong kolaborasi antara industri, masyarakat, dan lembaga untuk menjaga ketersediaan air melalui insentif atas praktik konservasi yang terintegrasi. AQUA telah menginisiasi skema ini di berbagai wilayah sub-DAS seperti Cicatih (Jawa Barat), Kedunglarangan dan Rejoso (Jawa Timur), Ayung (Bali), serta Pusur (Jawa Tengah).
Baca Juga: Kepala BPJPH Sebut Aqua Taat dan Halal, Tak Perlu Ragu Mengonsumsinya
Masyarakat yang menerapkan teknik konservasi seperti pembuatan sumur resapan, rorak, penggunaan pupuk organik, dan praktik agroforestri diberikan insentif. Sementara itu, industri berkontribusi dalam bentuk dukungan finansial atau material, dan mitra LSM berperan dalam menjembatani koordinasi serta menentukan nilai insentif berdasarkan kriteria seperti kepemilikan lahan, pola tanam, dan jenis konservasi.
Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyatakan bahwa program PJL tidak hanya memberikan insentif, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap praktik pertanian ramah lingkungan di hulu sungai.
"Program ini berdampak positif bagi ekosistem dan juga ekonomi masyarakat. Debit mata air di kawasan konservasi menunjukkan tren yang lebih stabil. Kami berharap lebih banyak petani ikut serta dan program ini bisa direplikasi di wilayah lainnya," ucap Agus.
Pendekatan PJL mendorong kolaborasi antara industri, masyarakat, dan lembaga untuk menjaga ketersediaan air melalui insentif atas praktik konservasi yang terintegrasi. AQUA telah menginisiasi skema ini di berbagai wilayah sub-DAS seperti Cicatih (Jawa Barat), Kedunglarangan dan Rejoso (Jawa Timur), Ayung (Bali), serta Pusur (Jawa Tengah).
Baca Juga: Kepala BPJPH Sebut Aqua Taat dan Halal, Tak Perlu Ragu Mengonsumsinya
Masyarakat yang menerapkan teknik konservasi seperti pembuatan sumur resapan, rorak, penggunaan pupuk organik, dan praktik agroforestri diberikan insentif. Sementara itu, industri berkontribusi dalam bentuk dukungan finansial atau material, dan mitra LSM berperan dalam menjembatani koordinasi serta menentukan nilai insentif berdasarkan kriteria seperti kepemilikan lahan, pola tanam, dan jenis konservasi.
Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyatakan bahwa program PJL tidak hanya memberikan insentif, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap praktik pertanian ramah lingkungan di hulu sungai.
"Program ini berdampak positif bagi ekosistem dan juga ekonomi masyarakat. Debit mata air di kawasan konservasi menunjukkan tren yang lebih stabil. Kami berharap lebih banyak petani ikut serta dan program ini bisa direplikasi di wilayah lainnya," ucap Agus.
Lihat Juga :