Putin Kena Imbas Perang Dagang, Seret Minyak Rusia ke Jalur Neraka
Senin, 21 April 2025 - 10:12 WIB
loading...
Minyak Ural Rusia baru saja merosot lebih rendah dari patokan harga minyak yang telah ditetapkan dalam anggaran. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Rusia dianggap beruntung saat Trump melancarkan perang tarif di seluruh dunia. Namun, keberuntungan itu palsu lantaran minyak Rusia ikut terseret ke jalur neraka yang dipicu perang dagang.
Minyak Ural Rusia baru saja merosot di bawah USD55 per barel nyaris turun USD20 lebih rendah dari patokan harga minyak yang telah ditetapkan dalam anggaran negara. Sekitar sepertiga pendapatan negara Rusia berasal dari minyak dan gas.
Baca Juga: Rusia Derita Kerugian Rp6.745 Triliun, Putin Hadapi Tekanan Berat
Lubang itu adalah luka yang menganga jika harga terus turun maka defisit anggaran dapat berlipat ganda tahun ini. Analis J.P. Morgan mengatakan bahwa meskipun Rusia terputus dari sebagian besar pasar global, kebijakan perdagangan Trump masih akan tetap menghantam Rusia. Mereka menyebutnya sebagai “tsunami” yang langsung menuju Moskow.
Rusia tidak hanya bergantung pada minyak untuk mendapatkan uang tunai. Kremlin bergantung pada minyak untuk bertahan hidup. Pada 1980-an jatuhnya harga minyak telah menghancurkan Uni Soviet.
Pada 1999, ketika Putin menjadi perdana menteri, kenaikan harga minyak menolongnya. Seluruh permainan kekuasaannya berdiri di atas fondasi dan saat ini, fondasi itu sedang goyah.
Industri minyak memompa lebih dari sekedar bahan bakar. Industri ini juga mengangkat sektor-sektor lain. Ketika minyak sedang bagus, pabrik-pabrik baja berkembang, lokasi konstruksi berkembang pesat, dan seluruh kota tetap bertahan. Namun, ketika minyak turun semua yang terkait dengannya juga turun.
Minyak Ural Rusia baru saja merosot di bawah USD55 per barel nyaris turun USD20 lebih rendah dari patokan harga minyak yang telah ditetapkan dalam anggaran negara. Sekitar sepertiga pendapatan negara Rusia berasal dari minyak dan gas.
Baca Juga: Rusia Derita Kerugian Rp6.745 Triliun, Putin Hadapi Tekanan Berat
Lubang itu adalah luka yang menganga jika harga terus turun maka defisit anggaran dapat berlipat ganda tahun ini. Analis J.P. Morgan mengatakan bahwa meskipun Rusia terputus dari sebagian besar pasar global, kebijakan perdagangan Trump masih akan tetap menghantam Rusia. Mereka menyebutnya sebagai “tsunami” yang langsung menuju Moskow.
Rusia tidak hanya bergantung pada minyak untuk mendapatkan uang tunai. Kremlin bergantung pada minyak untuk bertahan hidup. Pada 1980-an jatuhnya harga minyak telah menghancurkan Uni Soviet.
Pada 1999, ketika Putin menjadi perdana menteri, kenaikan harga minyak menolongnya. Seluruh permainan kekuasaannya berdiri di atas fondasi dan saat ini, fondasi itu sedang goyah.
Industri minyak memompa lebih dari sekedar bahan bakar. Industri ini juga mengangkat sektor-sektor lain. Ketika minyak sedang bagus, pabrik-pabrik baja berkembang, lokasi konstruksi berkembang pesat, dan seluruh kota tetap bertahan. Namun, ketika minyak turun semua yang terkait dengannya juga turun.
Lihat Juga :