Harga Bitcoin Meroket, Analis Prediksi Arah Pasar Kripto Pekan Ini
Selasa, 22 April 2025 - 08:48 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan kondisi global yang kurang stabil, investor cenderung mencari aset yang tahan terhadap inflasi. Bitcoin kini semakin dianggap sebagai alternatif yang menjanjikan," ujar Ryan dalam analisisnya, Selasa (22/4/2025).
Baca Juga: Bursa Kripto OKX Masuk Pasar Amerika Serikat
Berbeda dengan BTC, Ethereum masih bergerak dalam kisaran sempit USD1.520–USD1.700. Ryan menilai, stagnasi harga ini dipengaruhi oleh minimnya aktivitas di proyek layer-2 Ethereum serta lemahnya rasio ETH terhadap BTC. "Untuk mengubah sentimen pasar, harga ETH harus bisa menembus level USD1.700 secara konsisten," jelasnya.
Meski demikian, Ryan menekankan bahwa arah pasar kripto sangat dinamis dan sensitif terhadap faktor makroekonomi global. Investor kripto juga diingatkan untuk terus mencermati perkembangan isu-isu global, seperti wacana kenaikan tarif dagang yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.
"Kebijakan semacam ini bisa memberikan efek domino terhadap pasar finansial, termasuk kripto. Prediksi ini bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung pada perkembangan kebijakan dan dinamika ekonomi dunia," tambah Ryan.
Baca Juga: Bursa Kripto OKX Masuk Pasar Amerika Serikat
Berbeda dengan BTC, Ethereum masih bergerak dalam kisaran sempit USD1.520–USD1.700. Ryan menilai, stagnasi harga ini dipengaruhi oleh minimnya aktivitas di proyek layer-2 Ethereum serta lemahnya rasio ETH terhadap BTC. "Untuk mengubah sentimen pasar, harga ETH harus bisa menembus level USD1.700 secara konsisten," jelasnya.
Meski demikian, Ryan menekankan bahwa arah pasar kripto sangat dinamis dan sensitif terhadap faktor makroekonomi global. Investor kripto juga diingatkan untuk terus mencermati perkembangan isu-isu global, seperti wacana kenaikan tarif dagang yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.
"Kebijakan semacam ini bisa memberikan efek domino terhadap pasar finansial, termasuk kripto. Prediksi ini bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung pada perkembangan kebijakan dan dinamika ekonomi dunia," tambah Ryan.
Lihat Juga :