Trump Bongkar 8 Kecurangan China dalam Praktik Perdagangan Global

Selasa, 22 April 2025 - 07:29 WIB
loading...
Trump Bongkar 8 Kecurangan...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada China terkait dugaan praktik dagang curang. FOTO/Nikkei
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada China terkait dugaan praktik dagang curang yang disebutnya merugikan kepentingan ekonomi global.

Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump mengungkapkan delapan bentuk kecurangan non-tarif yang menurutnya kerap digunakan oleh China dalam menghadapi tarif impor AS. Dia menuding praktik-praktik tersebut sebagai strategi sistematis untuk menghindari dampak kebijakan tarif besar-besaran yang diberlakukan pemerintahannya.

Baca Juga: China Mengancam Negara-negara yang Negosiasi Tarif dengan Trump

Trump membeberkan delapan poin kecurangan China dalam praktik perdagangan, meliputi manipulasi mata uang, PPN yang berfungsi sebagai subsidi ekspor, dumping di bawah harga pokok, subsidi pemerintah, standar proteksionis di bidang pertanian dan teknis, pemalsuan serta pencurian hak kekayaan intelektual hingga pengalihan pengiriman (transshipping) guna menghindari bea masuk.

Pernyataan Trump ini muncul hanya beberapa hari setelah ia mengumumkan kebijakan tarif dasar sebesar 10% atas seluruh barang impor, serta masa tenggang 90 hari sebelum diberlakukannya tarif tambahan untuk negara-negara tertentu—dengan pengecualian China yang langsung dikenai tarif sebesar 145%.

Sementara, produk AS yang dikirim ke China dikenakan pajak sebesar 125%. Washington dan Beijing pun kembali terlibat dalam eskalasi perang dagang, yang berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap perdagangan global.

Trump beraggapan, selama ini AS telah dirugikan oleh kesepakatan perdagangan internasional. Ia berjanji bahwa tarif akan mengembalikan "kedaulatan ekonomi" AS, mendorong konsumsi produk dalam negeri dan meningkatkan investasi domestik.

Salah satu tudingan utama Trump adalah manipulasi nilai tukar oleh China. Ia mengingatkan bahwa pada 2019, pemerintahannya sempat menetapkan China sebagai manipulator mata uang, menyusul langkah Beijing yang membiarkan nilai yuan melemah terhadap dolar AS. Langkah itu dianggap sebagai cara untuk meningkatkan daya saing ekspor China.

Baca Juga: Barack Obama dan Michelle Gagal Capai Kesepakatan Cerai, Kekayaan Rp1,12 Triliun Jadi Rebutan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Rekomendasi
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
RSUD Tobelo Perluas...
RSUD Tobelo Perluas Akses Layanan Jantung Anak, Didukung Alat Echocardiography Bantuan NHM
Berita Terkini
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
M2P Fintech Dorong Industri...
M2P Fintech Dorong Industri Keuangan Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved