Sekar Laut Tingkatkan Pasar Ekspor, Bidik Afrika dan Timur Tengah
Rabu, 23 April 2025 - 14:58 WIB
loading...
PT Sekar Laut Tbk dalam rangkaian paparan publik, di salah satu hotel di Surabaya, Rabu (23/4/2025). FOTO/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - PT Sekar Laut Tbk (SKLT) tahun ini akan meningkatkan penjualan ekspor hingga 10 persen. Salah satunya dengan mencari negara-negara baru sebagai pasar ekspor, yakni di Afrika dan Timur Tengah.
Saat ini, produsen kerupuk dan sambal asal Kabupaten Sidoarjo tersebut telah mengekspor produknya ke banyak negara, salah satunya Eropa. Bahkan, Eropa, terutama Belanda menjadi pasar ekspor terbesar dengan kontribusi penjualan hingga 40 persen. “Tahun ini kami akan masuk ke Afrika dan Timur Tengah,” kata Corporate Secretary PT Sekar Laut Tbk adalah Jimmy Herlambang usai paparan publik, di salah satu hotel di Surabaya, Rabu (23/4/2025).
Baca Juga: PT Syam Sharifah Indonesia Berangkatkan Umrah Hanya dengan Bayar Rp125.000
Dia menambahkan, salah satu negara yang menjadi pasar ekspor SKLT adalah Amerika Serikat (AS). Namun, kontribusi penjualan di negeri Paman Sam tersebut terbilang kecil, hanya 3 persen. “Kenaikan tarif impor tidak ada pengaruhnya karena penjualan di sana cukup kecil. Tapi ekspor ke sana masih kami pertahankan,” katanya,
Menurut Jimmy, pasar ekspor secara total berkontribusi sekitar 30 persen dari total penjualan. Sisanya, sekitar 70 persen disumbang dari pasar domestik. Untuk pasar domestik, produk yang paling laku keras adalah sambal dengan kontribusi sekitar 60 persen. Sisanya produk sambal. “Varian sambal kami cukup banyak, ada sekitar 14 varian. Yang paling laku sambal terasi,” ujarnya.
Saat ini, produsen kerupuk dan sambal asal Kabupaten Sidoarjo tersebut telah mengekspor produknya ke banyak negara, salah satunya Eropa. Bahkan, Eropa, terutama Belanda menjadi pasar ekspor terbesar dengan kontribusi penjualan hingga 40 persen. “Tahun ini kami akan masuk ke Afrika dan Timur Tengah,” kata Corporate Secretary PT Sekar Laut Tbk adalah Jimmy Herlambang usai paparan publik, di salah satu hotel di Surabaya, Rabu (23/4/2025).
Baca Juga: PT Syam Sharifah Indonesia Berangkatkan Umrah Hanya dengan Bayar Rp125.000
Dia menambahkan, salah satu negara yang menjadi pasar ekspor SKLT adalah Amerika Serikat (AS). Namun, kontribusi penjualan di negeri Paman Sam tersebut terbilang kecil, hanya 3 persen. “Kenaikan tarif impor tidak ada pengaruhnya karena penjualan di sana cukup kecil. Tapi ekspor ke sana masih kami pertahankan,” katanya,
Menurut Jimmy, pasar ekspor secara total berkontribusi sekitar 30 persen dari total penjualan. Sisanya, sekitar 70 persen disumbang dari pasar domestik. Untuk pasar domestik, produk yang paling laku keras adalah sambal dengan kontribusi sekitar 60 persen. Sisanya produk sambal. “Varian sambal kami cukup banyak, ada sekitar 14 varian. Yang paling laku sambal terasi,” ujarnya.
Lihat Juga :