Inisiatif Keberlanjutan PGE Dukung Kelompok Usaha Perhutanan Sosial
Rabu, 23 April 2025 - 16:29 WIB
loading...
KUPS Margo Rukun, bagian daei program ELOC BESTARI yang dijalankan PGE di area operasi Ulubelu, Provinsi Lampung. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Inisiatif keberlanjutan yang dijalankan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk ( PGE ) melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Margo Rukun membuktikan komitmen perusahaan dalam berkontribusi pada kesejahteraan sosial dan pelestarian lingkungan. KUPS Margo Rukun merupakan bagian dalam program ELOC BESTARI yang dijalankan di area operasi Ulubelu, Provinsi Lampung.
KUPS Margo Rukun dipimpin oleh Wastoyo, seorang mantan pemburu hutan yang beralih menjadi pelestari lingkungan. Kisah Wastoyo tersebut menjadi salah satu kisah sukses dari program ELOC BESTARI (Empowering Local Communities-based Environmental Stewardship Through Social Forestry) di Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu. Wastoyo awalnya bergantung dari praktik perburuan liar untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
Baca Juga: Trump Tiba-tiba Bersikap Baik ke China, Iming-iming Turunkan Tarif Impor
Titik balik bagi Wastoyo terjadi ketika ia menghadiri sebuah forum sosialisasi konservasi. "Janganlah kamu melakukan kerusakan di muka bumi ini" menjadi pesan yang sangat berarti yang didengarnya dalam forum itu. Pesan ini yang menyadarkannya akan dampak negatif dari aktivitas perburuan yang selama ini ia lakukan. Sejak itu, Wastoyo pun mulai beralih dari seorang pemburu menjadi orang yang peduli akan kelestarian hutan.
Perjalanan Wastoyo sebagai pelestari hutan dimulai dengan upaya untuk melakukan kegiatan-kegiatan konservasi dengan biaya sendiri. Lebih dari empat tahun dia menghabiskan pendapatan dari berkebun kopi untuk membuat pembibitan hingga penanaman kopi. Wastoyo pun mengajak pemuda sekitar untuk ikut melakukan konservasi.
Awalnya perjuangan Wastoyo berjalan baik-baik saja, namun seiring berjalannya waktu, Wastoyo mulai ditinggalkan. "Warga merasa kegiatan yang saya lakukan tidak menghasilkan uang. Sampai ada larangan untuk mengikuti kegiatan saya dari para orang tua. Di situ saya mulai putus asa,"kata Wastoyo.
Hingga suatu saat, Wastoyo melakukan kegiatan pantau hutan bersama ERMi (Emergency Response Group Millenials) di bawah binaan PGE Area Ulubelu. Dari kegiatan pantau hutan ini, Wastoyo pun berkenalan dengan PGE.Usaha Wastoyo selama ini yang melakukan konservasi hutan sendirian, mulai mendapat perhatian dari PGE Area Ulubelu. Dukungan strategis dari PGE diberikan dengan membentuk KUPS Margo Rukun sebagai wadah legal bagi kegiatan konservasi dan usaha berbasis lingkungan yang dijalankan Wastoyo dan komunitasnya.
KUPS Margo Rukun dipimpin oleh Wastoyo, seorang mantan pemburu hutan yang beralih menjadi pelestari lingkungan. Kisah Wastoyo tersebut menjadi salah satu kisah sukses dari program ELOC BESTARI (Empowering Local Communities-based Environmental Stewardship Through Social Forestry) di Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu. Wastoyo awalnya bergantung dari praktik perburuan liar untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
Baca Juga: Trump Tiba-tiba Bersikap Baik ke China, Iming-iming Turunkan Tarif Impor
Titik balik bagi Wastoyo terjadi ketika ia menghadiri sebuah forum sosialisasi konservasi. "Janganlah kamu melakukan kerusakan di muka bumi ini" menjadi pesan yang sangat berarti yang didengarnya dalam forum itu. Pesan ini yang menyadarkannya akan dampak negatif dari aktivitas perburuan yang selama ini ia lakukan. Sejak itu, Wastoyo pun mulai beralih dari seorang pemburu menjadi orang yang peduli akan kelestarian hutan.
Perjalanan Wastoyo sebagai pelestari hutan dimulai dengan upaya untuk melakukan kegiatan-kegiatan konservasi dengan biaya sendiri. Lebih dari empat tahun dia menghabiskan pendapatan dari berkebun kopi untuk membuat pembibitan hingga penanaman kopi. Wastoyo pun mengajak pemuda sekitar untuk ikut melakukan konservasi.
Awalnya perjuangan Wastoyo berjalan baik-baik saja, namun seiring berjalannya waktu, Wastoyo mulai ditinggalkan. "Warga merasa kegiatan yang saya lakukan tidak menghasilkan uang. Sampai ada larangan untuk mengikuti kegiatan saya dari para orang tua. Di situ saya mulai putus asa,"kata Wastoyo.
Hingga suatu saat, Wastoyo melakukan kegiatan pantau hutan bersama ERMi (Emergency Response Group Millenials) di bawah binaan PGE Area Ulubelu. Dari kegiatan pantau hutan ini, Wastoyo pun berkenalan dengan PGE.Usaha Wastoyo selama ini yang melakukan konservasi hutan sendirian, mulai mendapat perhatian dari PGE Area Ulubelu. Dukungan strategis dari PGE diberikan dengan membentuk KUPS Margo Rukun sebagai wadah legal bagi kegiatan konservasi dan usaha berbasis lingkungan yang dijalankan Wastoyo dan komunitasnya.
Lihat Juga :