Buka Peluang Impor Barang China Mulai dengan Rp5 Juta

Rabu, 23 April 2025 - 19:50 WIB
loading...
Buka Peluang Impor Barang...
Melalui program unggulannya, Pasticuan memberikan 22 layanan support business gratis senilai Rp50 juta kepada setiap klien yang melakukan pembelian barang impor. Foto/Dok
A A A
BEKASI - Produk- produk China kini semakin diminati oleh para pelaku usaha karena memiliki kualitas bagus, namun dengan harganya kompetitif. Seiring dengan meningkatnya permintaan produk berkualitas dari Negeri Tirai Bambu tersebut, Pasticuan.co.id, perusahaan jasa impor dan ekspor yang berbasis di Bekasi menghadirkan solusi lengkap untuk mempermudah proses impor, terutama bagi para pelaku usaha pemula, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ), hingga expert.

Melalui program unggulannya, Pasticuan memberikan 22 layanan support business gratis senilai Rp50 juta kepada setiap klien yang melakukan pembelian barang impor. Tidak hanya untuk buyer impor, Pasticuan.co.id juga memberikan paket yang sama senilai Rp70 juta, khusus untuk pelaku ekspor.

“Layanan ini meliputi business development, pelatihan dengan expert, hingga dukungan digital marketing dan periklanan digital. Semua diberikan secara cuma-cuma sebagai bentuk pendampingan bisnis jangka panjang karena banyak pelaku usaha yang ingin mengimpor barang tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Di sinilah, kami hadir menjadi mitra strategis mereka,” ujar CEO Pasticuan, Amal Burga Saputra, dalam keterangan di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Baca Juga: Tantangan Impor Barang China ke Indonesia

Menariknya, proses impor melalui Pasticuan.co.id bisa dimulai hanya dengan modal Rp5 juta. Dengan skema ini, para pelaku UMKM, individu, hingga startup sudah bisa memulai usaha dan mendapatkan produk-produk berkualitas untuk dipasarkan di Indonesia.

Sebagai bentuk dukungan lain untuk para calon buyer, Pasticuan.co.id juga telah membangun trading company di Yiwu, Zhejiang, China—salah satu pusat perdagangan terbesar di dunia. Perusahaan ini bekerja sama dengan ribuan supplier dan pabrik yang telah melewati proses kurasi dan riset kualitas, untuk memastikan produk yang masuk ke Indonesia telah memenuhi standar dan harga paling murah.

"Kami memastikan harga produk impor melalui kami lebih murah. Dengan dukungan jaringan supplier di China, margin keuntungan buyer bisa jauh lebih tinggi. Berdasarkan riset internal kami, produk impor dari China yang kami datangkan memiliki selisih harga hingga ribuan persen lebih murah dibandingkan harga di marketplace dalam negeri," ungkap Arga, sapaan Amal Burga Saputra.

Tak hanya itu, untuk memberikan rasa aman kepada calon pembeli, Pasticuan.co.id juga menghadirkan showroom khusus di Pusat Otomotif Sentra Harapan (POSH), Bekasi. Di sana, pengunjung dapat melihat langsung sample produk-produk impor dari China sebelum melakukan pembelian.

“Kami mengedepankan transparansi. Dengan mengecek produk langsung sebelum deal, calon buyer lebih percaya untuk melakukan proses impor,” imbuhnya.

Sebelum proses impor dilakukan, kata Arga, buyer akan mendapatkan sesi konsultasi khusus bersama tim Pasticuan.co.id. Dalam sesi ini, buyer tidak hanya memperoleh sampel produk, tetapi juga lima daftar harga (pricelist) dari komoditas yang diminati. Daftar ini telah dilengkapi perbandingan harga antara supplier China dan marketplace Indonesia, yang menunjukkan selisih harga signifikan hingga ribuan persen.

Para calon buyer bisa memilih 18 kategori komoditas unggulan seperti fashion, kosmetik, alat dapur, kacamata, sepatu, mainan anak, aksesori gadget, hingga aksesoris Information Technology (IT). Setiap kategori bahkan memiliki ribuan SKU produk, sehingga memberikan kebebasan lebih bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan produk dengan target pasar mereka.

Baca Juga: Mengenal Jasa Forwarder, Penyedia Layanan Impor Barang Langsung dari China

“Untuk komoditas di sektor teknologi informasi (TI), Pasticuan.co.id siap mendukung para buyer yang ingin mendirikan perusahaan IT dengan brand milik sendiri, termasuk dalam hal pengadaan produk dan sistem pendukung usaha,” tutup Arga.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
4 Juta Barel Minyak...
4 Juta Barel Minyak Iran Tiba di India Sebelum Berakhirnya Masa Tenggang Sanksi AS
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Rekomendasi
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved