Perusahaan Tambang Wanti-wanti AS Kekurangan Pasokan Mineral Tanah Jarang
Kamis, 24 April 2025 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Para ahli mengatakan produsen yang mengandalkan unsur tanah jarang dan mineral kritis lainnya akan melihat kenaikan harga, meski kemungkinan ada cukup pasokan global yang tersedia untuk menjaga pabrik tetap beroperasi untuk saat ini.
Tambang California menghasilkan neodymium dan praseodymium, tanah jarang ringan yang merupakan komponen utama pembuatan magnet permanen dalam EV dan turbin angin. Tetapi sejumlah kecil dari beberapa tanah jarang berat yang telah dibatasi China, seperti terbium dan dysprosium adalah kunci untuk membantu membuat baterai dan alat canggih.
Sedangkan harga terbium melonjak 24% sejak akhir Maret mencapai USD933 per kilogram. "Perkiraan kami melihat bahwa ada cukup stok di pasar untuk memenuhi permintaan saat ini," kata analis tanah jarang Benchmark Mineral Intelligence Neha Mukherjee,
Ia menambahkan, bahwa kekurangan pasokan kemungkinan baru muncul pada akhir tahun ini. "Menjual mineral kritis kami yang berharga di bawah tarif 125% tidak rasional secara komersial atau selaras dengan kepentingan nasional Amerika," kata MP Materials dalam sebuah pernyataan.
Pembatasan yang diberlakukan Beijing pada 4 April, mengharuskan eksportir China mendapatkan lisensi khusus untuk tujuh unsur utama tanah jarang dan beberapa magnet. Pengawasan balasan dari China, dilihat pemerintahan Trump dan produsen sebagai kebutuhan mendesak untuk membangun tambang AS tambahan dan mengurangi ketergantungan negara pada China.
Sementara itu dua perusahaan mencoba mengembangkan tambang di Nebraska dan Montana. Pejabat di NioCorp dan U.S. Critical Materials mengatakan, mereka berharap dorongan dari Gedung Putih akan membantu mereka mengumpulkan uang dan mendapatkan persetujuan yang diperlukan untuk mulai menggali.
Tambang California menghasilkan neodymium dan praseodymium, tanah jarang ringan yang merupakan komponen utama pembuatan magnet permanen dalam EV dan turbin angin. Tetapi sejumlah kecil dari beberapa tanah jarang berat yang telah dibatasi China, seperti terbium dan dysprosium adalah kunci untuk membantu membuat baterai dan alat canggih.
Sedangkan harga terbium melonjak 24% sejak akhir Maret mencapai USD933 per kilogram. "Perkiraan kami melihat bahwa ada cukup stok di pasar untuk memenuhi permintaan saat ini," kata analis tanah jarang Benchmark Mineral Intelligence Neha Mukherjee,
Ia menambahkan, bahwa kekurangan pasokan kemungkinan baru muncul pada akhir tahun ini. "Menjual mineral kritis kami yang berharga di bawah tarif 125% tidak rasional secara komersial atau selaras dengan kepentingan nasional Amerika," kata MP Materials dalam sebuah pernyataan.
China Penguasa Pasar Tanah Jarang
China memiliki kekuatan luar biasa atas pasar tanah jarang. Negara ini memiliki tambang terbesar, dimana tahun lalu menghasilkan 270.000 metrik ton (297.624 ton) mineral, melesat dibandingkan dengan 45.000 ton (40.823 metrik ton) yang ditambang di AS. China memasok hampir 90% tanah jarang dunia karena juga merupakan rumah bagi sebagian besar kapasitas pemrosesan.Pembatasan yang diberlakukan Beijing pada 4 April, mengharuskan eksportir China mendapatkan lisensi khusus untuk tujuh unsur utama tanah jarang dan beberapa magnet. Pengawasan balasan dari China, dilihat pemerintahan Trump dan produsen sebagai kebutuhan mendesak untuk membangun tambang AS tambahan dan mengurangi ketergantungan negara pada China.
Sementara itu dua perusahaan mencoba mengembangkan tambang di Nebraska dan Montana. Pejabat di NioCorp dan U.S. Critical Materials mengatakan, mereka berharap dorongan dari Gedung Putih akan membantu mereka mengumpulkan uang dan mendapatkan persetujuan yang diperlukan untuk mulai menggali.
Lihat Juga :