China Ancam Perusahaan Korea yang Kirim Produk Tanah Jarang ke AS

Kamis, 24 April 2025 - 22:39 WIB
loading...
A A A
Sedangkan Kementerian Perdagangan China belum berkomentar seperti dikutip dari Reuters.

Awal bulan ini seperti diketahui, China memberlakukan pembatasan ekspor pada unsur-unsur tanah jarang sebagai bagian dari responsnya terhadap tarif AS . Beijing membatasi pasokan mineral yang digunakan dalam pembuatan senjata, elektronik, dan berbagai barang konsumen.

Para eksportir kini harus mengajukan permohonan ke Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan lisensi, proses yang relatif dan membutuhkan waktu panjang yakni dapat berkisar enam atau tujuh minggu hingga beberapa bulan.

China sendiri memproduksi sekitar 90% tanah jarang dunia, kelompok dari 17 elemen. Di sisi lain Pemerintah AS memiliki persediaan beberapa tanah jarang, namun diyakini tidak cukup untuk memasok kontraktor pertahanan miliknya secara stabil.

Sedangkan Korea Selatan sempat mengatakan pada awal April, bahwa mereka memiliki stok enam bulan lebih persediaan dari tujuh unsur tanah jarang yang dibatasi oleh China. Termasuk dysprosium, yang digunakan dalam pembuatan magnet khusus yang ditemukan di sektor energi bersih, serta kendaraan listrik dan turbin angin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Rekomendasi
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
Berita Terkini
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved