Jadi Inspirasi Negara Lain, Delegasi SSTC Dalami Model Pemberdayaan Petani Muda Berteknologi Kementan
Jum'at, 25 April 2025 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
John Kendiga, delegasi dari Papua Nugini, juga mengaku terinspirasi oleh pendekatan Indonesia dalam membina generasi muda melalui program pembangunan pertanian berbasis pendidikan dan teknologi. Saat kunjungan ke Polbangtan Bogor, ia mengakui keberhasilan YESS dalam memajukan pertanian Indonesia melalui teknologi. "Saya melihat kemajuan besar dari para pelajar di Indonesia, khususnya mereka yang terlibat dalam bidang pertanian," ujar John.
Baca Juga: Mentan Ungkap Ada Pengamat Pertanian Terlibat Proyek Fiktif Senilai Rp5 Miliar
Menurutnya, sistem pembangunan di Papua Nugini saat ini masih sangat bergantung pada pendekatan tradisional. Kunjungan ini membuka matanya akan pentingnya transformasi dalam cara mendidik dan mempersiapkan generasi muda agar bisa menjadi pelaku utama pembangunan.
"Di Indonesia, pendekatan pembangunannya lebih terarah. Para pelajar diajak untuk mengambil keputusan dalam proses pembangunan, dan ini sangat positif," lanjutnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan konkret bagi generasi muda berupa akses keuangan, pendidikan, dan pengetahuan teknologi.
"Memberikan insentif seperti itu adalah langkah besar. Ini jauh lebih maju dari apa yang kami lakukan saat ini," kata John.
John menyatakan bahwa pengalaman belajar dari Indonesia akan dibawa pulang dan diadaptasi ke negaranya. Ia berharap sistem serupa bisa diterapkan untuk mendorong lebih banyak anak muda Papua Nugini agar tertarik terjun ke sektor pertanian dan pembangunan.
"Setelah menyelesaikan pendidikan, para pelajar ini bisa langsung terlibat di sektor pembangunan. Ini sesuatu yang sangat kami butuhkan di Papua Nugini," pungkasnya.
Baca Juga: Mentan Ungkap Ada Pengamat Pertanian Terlibat Proyek Fiktif Senilai Rp5 Miliar
Menurutnya, sistem pembangunan di Papua Nugini saat ini masih sangat bergantung pada pendekatan tradisional. Kunjungan ini membuka matanya akan pentingnya transformasi dalam cara mendidik dan mempersiapkan generasi muda agar bisa menjadi pelaku utama pembangunan.
"Di Indonesia, pendekatan pembangunannya lebih terarah. Para pelajar diajak untuk mengambil keputusan dalam proses pembangunan, dan ini sangat positif," lanjutnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan konkret bagi generasi muda berupa akses keuangan, pendidikan, dan pengetahuan teknologi.
"Memberikan insentif seperti itu adalah langkah besar. Ini jauh lebih maju dari apa yang kami lakukan saat ini," kata John.
John menyatakan bahwa pengalaman belajar dari Indonesia akan dibawa pulang dan diadaptasi ke negaranya. Ia berharap sistem serupa bisa diterapkan untuk mendorong lebih banyak anak muda Papua Nugini agar tertarik terjun ke sektor pertanian dan pembangunan.
"Setelah menyelesaikan pendidikan, para pelajar ini bisa langsung terlibat di sektor pembangunan. Ini sesuatu yang sangat kami butuhkan di Papua Nugini," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :