Negosiasi Gagal, Trump Siap Berlakukan Tarif Baru Dua Pekan ke Depan

Jum'at, 25 April 2025 - 09:26 WIB
loading...
A A A
Saat ini, AS masih menerapkan tarif umum sebesar 10% terhadap hampir seluruh produk impor, ditambah tarif tambahan untuk jenis barang tertentu. Kebijakan tarif yang kerap berubah-ubah ini dinilai menimbulkan ketidakpastian besar di kalangan pelaku usaha dan konsumen serta turut mengguncang pasar keuangan.

Sejak mencapai rekor tertinggi pada pertengahan Februari, nilai indeks S&P 500 tercatat menyusut sekitar 7 triliun dollar AS, meskipun sempat mengalami penguatan dalam dua hari terakhir.

Ketegangan dengan China


Sementara penerapan tarif terhadap sejumlah negara tengah ditangguhkan, ketegangan antara AS dan China justru mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Para ekonom memperingatkan, konflik dagang antara dua ekonomi terbesar dunia ini berpotensi mendorong terjadinya resesi global.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dalam sebuah forum investasi yang digelar oleh JP Morgan Chase, menyebutkan bahwa perang dagang dengan China tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Ia menyampaikan harapan bahwa ketegangan tersebut dapat segera mereda.

Bessent beranggapan, tarif yang tinggi saat ini pada dasarnya berfungsi sebagai semacam embargo dagang, yang secara efektif menghentikan aktivitas bisnis antara kedua negara. Ia juga memperkirakan proses pemulihan hubungan dagang dengan China akan memakan waktu dua hingga tiga tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Rekomendasi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Apple Kehilangan USD300...
Apple Kehilangan USD300 Miliar Akibat Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved