Masih Banyak Aral bagi Indeks untuk Mengepal di Pekan Depan
Minggu, 06 September 2020 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, aksi jual di saham teknologi akibat kekhawatiran valuasi yang terlalu tinggi membuat pasar saham tertekan turun. Indeks Nasdaq telah naik lebih dari 80% sejak posisi terendah Maret 2020, sedangkan indeks S&P 500 dan Dow Jones juga telah naik lebih dari 60%. Sementara, ulan Agustus Indeks Nasdaq naik 9.6% dan merupakan kinerja bulanan terbaik sejak tahun 2000.
“Sedangkan S&P 500 naik 7,6% dan Dow 7% selama bulan Agustus. Ini merupakan kinerja 30 tahun terbaik untuk kedua indeks. Kami melihat saham teknologi sudah naik terlalu banyak akibat harapan perolehan keuntungan sebagai dampak pandemi. Peluang koreksi saham teknologi masih mungkin berlanjut,” ujarnya. ( Baca juga:Bappilu Demokrat Sebut Dukungan PDIP di Pilgub Sumbar Baru Lisan )
Selain itu, belum terlihat kemajuan negosiasi paket stimulus fiskal di Amerika Serikat. Partai Republik dan Demokrat belum menemukan titik temu terkait besarnya paket stimulus fiskal. Selanjutnya, perbaikan data tenaga kerja membuat tidak ada dorongan tambahan untuk mempercepat paket stimulus tersebut.
Kesepakatan stimulus menjadi lebih sulit karena menjelang pemilihan presiden pada 3 November. Senat Partai Republik dikabarkan akan mengajukan RUU bantuan Covid-19 pekan depan dengan menawarkan bantuan tambahan federal senilai USD500 miliar.
"Berlarut dan tidak ditemukannya kesepakatan paket stimulus fiskal merupakan sentimen negatif di pasar keuangan, tetapi sudah di-price in oleh pasar. Bila terjadi kesepakatan paket stimulus akan menjadi sentimen positif untuk mendorong pasar keuangan,” katanya.
“Sedangkan S&P 500 naik 7,6% dan Dow 7% selama bulan Agustus. Ini merupakan kinerja 30 tahun terbaik untuk kedua indeks. Kami melihat saham teknologi sudah naik terlalu banyak akibat harapan perolehan keuntungan sebagai dampak pandemi. Peluang koreksi saham teknologi masih mungkin berlanjut,” ujarnya. ( Baca juga:Bappilu Demokrat Sebut Dukungan PDIP di Pilgub Sumbar Baru Lisan )
Selain itu, belum terlihat kemajuan negosiasi paket stimulus fiskal di Amerika Serikat. Partai Republik dan Demokrat belum menemukan titik temu terkait besarnya paket stimulus fiskal. Selanjutnya, perbaikan data tenaga kerja membuat tidak ada dorongan tambahan untuk mempercepat paket stimulus tersebut.
Kesepakatan stimulus menjadi lebih sulit karena menjelang pemilihan presiden pada 3 November. Senat Partai Republik dikabarkan akan mengajukan RUU bantuan Covid-19 pekan depan dengan menawarkan bantuan tambahan federal senilai USD500 miliar.
"Berlarut dan tidak ditemukannya kesepakatan paket stimulus fiskal merupakan sentimen negatif di pasar keuangan, tetapi sudah di-price in oleh pasar. Bila terjadi kesepakatan paket stimulus akan menjadi sentimen positif untuk mendorong pasar keuangan,” katanya.
(uka)
Lihat Juga :