Belasan Finalis Ashoka Young Changemaker Tawarkan Inovasi Sosial dan Lingkungan Hidup
Sabtu, 26 April 2025 - 22:52 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Marketing Communication Manager Suzana Radio Network Surabaya, Windy Goestiana mengatakan, inovasi para finalis Ashoka Young Changemaker 2025 telah memberikan jawaban atas atas permasalahan-permasalahan akar rumput yang banyak terjadi di masyarakat luas.
“Ide mereka sangat keren, presentasi para finalis Ahoka Young Changemaker pun setara dengan mahasiswa S1, dan mereka mampu meyakinkan kami bila ide mereka akan sustain dan menjanjikan untuk masa depan indonesia menjadi lebih baik,” kata Windy.
Sekedar informasi, tim Youth Years Ashoka telah melakukan seleksi awal terhadap 356 pelamar muda yang membawa inovasi mereka masing-masing dalam program AYC 2025 ini. Pada proses pemilihan tingkat nasional tersebut, semua pendaftar pembaharu muda melewati tahap wawancara dan terpilih 19 orang kandidat.
Salah satu dari 19 finalis tersebut adalah Kanaya M. (19). Remaja asal Muara Bungo, Jambi, yang mempresentasikan gerakan perubahan Edukasi Berjalan. Dalam gerakan ini, Kanaya mengedukasi anak-anak di komunitas marjinal tentang hak asasi manusia dan mengasah pemikiran kritis isu kesenjangan.
Kemudian, Rana A. (16) peserta asal Bandung, Jawa Barat, yang membangun gerakan Jabar Tapa untuk generasi remaja tanggap bencana, terutama gempa bumi dan longsor, melalui edukasi dan advokasi.
Untuk finalis termuda, ada Hanna A. (12) dari Jakarta. Dalam presentasinya, Hana menjelaskan tentang gerakan perubahan Jadikan Buku Teman Baikmu. Di gerakan tersebut, Hana membuat cara seru untuk mengajak anak-anak agar gemar membaca melalui aktivitas berburu harta karun dan sahabat pena.
Baca Juga: Mengapa Anak Muda di Indonesia Kurang Peduli Isu Lingkungan?
“Ide mereka sangat keren, presentasi para finalis Ahoka Young Changemaker pun setara dengan mahasiswa S1, dan mereka mampu meyakinkan kami bila ide mereka akan sustain dan menjanjikan untuk masa depan indonesia menjadi lebih baik,” kata Windy.
Sekedar informasi, tim Youth Years Ashoka telah melakukan seleksi awal terhadap 356 pelamar muda yang membawa inovasi mereka masing-masing dalam program AYC 2025 ini. Pada proses pemilihan tingkat nasional tersebut, semua pendaftar pembaharu muda melewati tahap wawancara dan terpilih 19 orang kandidat.
Salah satu dari 19 finalis tersebut adalah Kanaya M. (19). Remaja asal Muara Bungo, Jambi, yang mempresentasikan gerakan perubahan Edukasi Berjalan. Dalam gerakan ini, Kanaya mengedukasi anak-anak di komunitas marjinal tentang hak asasi manusia dan mengasah pemikiran kritis isu kesenjangan.
Kemudian, Rana A. (16) peserta asal Bandung, Jawa Barat, yang membangun gerakan Jabar Tapa untuk generasi remaja tanggap bencana, terutama gempa bumi dan longsor, melalui edukasi dan advokasi.
Untuk finalis termuda, ada Hanna A. (12) dari Jakarta. Dalam presentasinya, Hana menjelaskan tentang gerakan perubahan Jadikan Buku Teman Baikmu. Di gerakan tersebut, Hana membuat cara seru untuk mengajak anak-anak agar gemar membaca melalui aktivitas berburu harta karun dan sahabat pena.
Baca Juga: Mengapa Anak Muda di Indonesia Kurang Peduli Isu Lingkungan?
Lihat Juga :