BNI Cetak Laba Bersih Rp5,4 T di Awal 2025, Kredit dan Tabungan Tumbuh Solid

Senin, 28 April 2025 - 11:45 WIB
loading...
BNI Cetak Laba Bersih...
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2025, dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,4 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2025, dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,4 triliun. Perolehan laba ini meningkat sekitar 1,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,33 triliun.

Kinerja positif ini didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 10,1% dan peningkatan tabungan sebesar 10,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal I 2025. BNI menilai pencapaian kinerja keuangan yang berakhir Maret 2025 ini mencerminkan ketahanan perseroan dalam mengelola likuiditas sembari menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan mitigasi risiko.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, di tengah dinamika dan tantangan ketidakpastian global, BNI berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid seiring dengan pertumbuhan bisnis yang terukur.

Baca Juga: Tabungan Nasabah Premium BNI Naik 16% di Kuartal I-2025

”Pencapaian kinerja keuangan BNI pada Kuartal I-2025 mencerminkan pertumbuhan kredit yang sehat serta keberhasilan dari transformasi digital yang turut mendukung peningkatan tabungan,” kata Paolo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/4/2025).

Total penyaluran kredit BNI per Maret 2025 mencapai Rp765,47 triliun. Pertumbuhan kredit ini didorong oleh segmen korporasi yang tumbuh signifikan sebesar 16% YoY menjadi Rp433,4 triliun.

Dalam segmen korporasi, pembiayaan ke sektor swasta dan institusi naik 17% menjadi Rp317,1 triliun, sementara kredit ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meningkat 13,3% menjadi Rp116,3 triliun.

Segmen konsumer menjadi kontributor terbesar kedua dengan pertumbuhan sebesar 13% YoY menjadi Rp144,9 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari personal loan yang meningkat 13,7% dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tumbuh 12,5% secara tahunan.

Pada kredit segmen menengah, pertumbuhan ditopang oleh kredit komersial yang meningkat 2,6% YoY. Sementara itu, segmen kecil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan non-Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 6,1% YoY.

Komposisi kredit BNI secara keseluruhan didominasi segmen korporasi sebesar 56,6% dari total pembiayaan, diikuti segmen konsumer 18,9%, kredit segmen menengah dan kecil masing-masing 12,6% dan 9,6%.

Kontribusi pembiayaan dari anak usaha juga meningkat dari 1,6% menjadi 2,2%. Pertumbuhan kredit BNI secara konsolidasi pada kuartal I 2025 dinilai telah sesuai dengan target yang ditetapkan perseroan untuk sepanjang tahun ini.

Dari sisi kualitas aset, rasio non performing loan (NPL) BNI terjaga di level 2 persen dan loan at risk (LAR) turun menjadi 10,9 persen dari 13,3% pada kuartal I-2024.

Perbaikan kualitas aset ini juga berdampak pada penghematan beban pencadangan atau credit cost dari 1 persen menjadi 0,9 persen, sejalan dengan target aspirasi BNI tahun ini.

Pertumbuhan kredit yang sehat juga didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI sebesar 5 persen YoY menjadi Rp819,6 triliun.

Pertumbuhan DPK tertinggi berasal dari penghimpunan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 6,3%, terutama pada produk tabungan yang tumbuh solid sebesar 10,2 persen YoY menjadi Rp257,8 triliun dan giro yang tumbuh 3,4% YoY menjadi Rp320 triliun.

Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi digital BNI dalam memperoleh CASA transaksional.

”Keberhasilan digitalisasi dengan hadirnya aplikasi wondr by BNI dan BNIdirect telah berkontribusi terhadap peningkatan CASA, sehingga rasio dana murah meningkat menjadi 70,5% terhadap total DPK atau tertinggi dari empat kuartal sebelumnya,” ujar Paolo.

Pertumbuhan berkualitas dari sisi kredit dan DPK ini mampu mendorong kenaikan net interest income (NII) sebesar 4,7% YoY menjadi Rp9,8 triliun, sehingga pendapatan operasional BNI naik 2,8% menjadi Rp15,25 triliun.

Di tengah tantangan likuiditas yang masih terasa di kuartal I-2025, aplikasi wondr by BNI mencatatkan peningkatan tabungan dan transaksi. Pengguna aplikasi wondr by BNI hingga Maret 2025 mencapai 6,8 juta dengan jumlah transaksi 218 juta senilai Rp212 triliun sejak diluncurkan pada 5 Juli 2024.

BNI mencatat peningkatan jumlah transaksi melalui seluruh kanal mobile banking sebesar 57,5 persen YoY dan total nilai transaksi tumbuh 31,1% YoY. Baca Juga: Ini Daftar Lengkap Jajaran Direksi dan Komisaris Baru Bank BNI Hasil RUPS 2025

Pada segmen wholesale, BNIdirect mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi sebesar 33,2% YoY atau sebesar Rp2.374 triliun, dengan peningkatan jumlah transaksi sebanyak 16,4% YoY menjadi 337 juta transaksi.

Hingga Maret 2025, BNI mencatat total sustainable portfolio sebesar Rp182,4 triliun atau 24,3% dari total portofolio kredit BNI, di mana Rp110,2 triliun disalurkan untuk UMKM dan Rp72,2 triliun berupa green loan. BNI juga terus mendorong UMKM ramah lingkungan melalui Program BUMI.

Direktur Risk Management BNI, David Pirzada menambahkan, bahwa BNI terus mengembangkan pembiayaan melalui skema Sustainability Linked Loan (SLL) dan secara konsisten mendorong pertumbuhan UMKM berbasis lingkungan. BNI juga melakukan perbaikan dalam pengelolaan limbah dan mendorong green lifestyle di internal perusahaan.

”Seluruh program ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi BNI dalam menekan emisi dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) untuk operasional pada tahun 2028 dan pembiayaan pada tahun 2060,” tutup David.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Kuartal Pertama 2026,...
Kuartal Pertama 2026, LPKR Bukukan Pendapatan Rp1,80 T dan Laba Bersih Rp107 M
Melesat 55,8%, KPIG...
Melesat 55,8%, KPIG Cetak Laba Bersih Rp94,6 Miliar di Kuartal I-2026
Laba SIG Melonjak 88,7%...
Laba SIG Melonjak 88,7% di Kuartal I-2026 Jadi Rp80 Miliar
Astra Bukukan Laba Rp5,85...
Astra Bukukan Laba Rp5,85 Triliun di Kuartal I-2026
wondr BrightUp Cup 2025...
wondr BrightUp Cup 2025 Digelar, BNI Perluas Dukungan bagi Ekosistem Olahraga Nasional
BNI Salurkan Bantuan...
BNI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Padang dan Sibolga
Atlet Muda Indonesia...
Atlet Muda Indonesia Panen Gelar di Ajang Internasional Australia Open 2025
Rekomendasi
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Berita Terkini
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved