Perdana, PT Ceria Berhasil Produksi Ferronickel
Senin, 28 April 2025 - 14:12 WIB
loading...
Ceria Group pertama kalinya berhasil memproduksi ferronickel, Minggu 27 April 2025. Produksi perdana ferronickel ini bertepatan dengan HUT ke-61 Sultra. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
KOLAKA - PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Group) pertama kalinya berhasil memproduksi ferronickel. Bukan sekadar logam, produksi ini simbol komitmen besar menuju industri berkelanjutan berbasis environmental, social, and governance (ESG) .
Produksi perdana ferronickel ini bertepatan dengan HUT ke-61 Sultra, Minggu 27 April 2025. CEO Ceria Group Derian Sakmiwata mengungkapkan, pencapaian monumental dengan target Project Commercial Operation Date (PCOD) smelter yang telah berjalan tepat waktu.
Bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Smelter Merah Putih milik PT Ceria yang berlokasi di Wolo, Kabupaten Kolaka, produksi ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pionir dalam pengembangan industri nikel hijau berbasis ESG. "Ini bukan hanya kebanggaan PT Ceria, tapi juga untuk Indonesia," katanya. Baca juga: Smelter PT Ceria Masuk Tahap Akhir, Produksi Komersial FeNi Ditarget Akhir April
Ferronickel (FeNi) adalah bahan strategis untuk industri dunia. Menjadi tulang punggung pembuatan stainless steel dan bahan utama komponen kendaraan listrik (EV). "Namun lebih dari itu, melalui inovasi teknologi, PT Ceria memastikan bahwa ferronickel yang dihasilkan bukan hanya berkualitas tinggi, tetapi juga membawa misi keberlanjutan," jelasnya.
Derian menegaskan, produksi perdana ini bukanlah akhir, tetapi justru permulaan. PT Ceria siap melanjutkan pembangunan RKEF Line 2, Line 3, dan Line 4, menargetkan total kapasitas produksi 252.800 ton ferronickel per tahun.
Produksi perdana ferronickel ini bertepatan dengan HUT ke-61 Sultra, Minggu 27 April 2025. CEO Ceria Group Derian Sakmiwata mengungkapkan, pencapaian monumental dengan target Project Commercial Operation Date (PCOD) smelter yang telah berjalan tepat waktu.
Bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Smelter Merah Putih milik PT Ceria yang berlokasi di Wolo, Kabupaten Kolaka, produksi ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pionir dalam pengembangan industri nikel hijau berbasis ESG. "Ini bukan hanya kebanggaan PT Ceria, tapi juga untuk Indonesia," katanya. Baca juga: Smelter PT Ceria Masuk Tahap Akhir, Produksi Komersial FeNi Ditarget Akhir April
Ferronickel (FeNi) adalah bahan strategis untuk industri dunia. Menjadi tulang punggung pembuatan stainless steel dan bahan utama komponen kendaraan listrik (EV). "Namun lebih dari itu, melalui inovasi teknologi, PT Ceria memastikan bahwa ferronickel yang dihasilkan bukan hanya berkualitas tinggi, tetapi juga membawa misi keberlanjutan," jelasnya.
Derian menegaskan, produksi perdana ini bukanlah akhir, tetapi justru permulaan. PT Ceria siap melanjutkan pembangunan RKEF Line 2, Line 3, dan Line 4, menargetkan total kapasitas produksi 252.800 ton ferronickel per tahun.
Lihat Juga :