Asing Tak Lagi Mendominasi, Ini 5 Besar Subsektor Realisasi Investasi Rp465,2 Triliun

Selasa, 29 April 2025 - 12:45 WIB
loading...
Asing Tak Lagi Mendominasi,...
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengumumkan realisasi investasi sepanjang triwulan I 2025 mencapai Rp465,2 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi sepanjang triwulan I 2025 mencapai Rp465,2 triliun. Angka ini tercatat naik 15,9% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian ini memenuhi 24,4% dari target investasi nasional tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp1.905,6 triliun. Secara kuartalan (quarter-on-quarter/ QoQ), realisasi investasi juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,7 persen dibandingkan triwulan IV 2024.

“Realisasi investasi ini kurang lebih sekitar 24,4 persen dari target 2025. Ini sangat sesuai dengan harapan kami,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan P. Roeslani dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Baca Juga: Realisasi Investasi Kuartal I/2025 Capai Rp465,2 Triliun, Rosan: Sesuai Target

Masuknya investasi nasional turut berdampak bagi peningkatan tenaga kerja Indonesia. Sepanjang triwulan pertama, BKPM mencatat sebanyak 594.104 tenaga kerja terserap, meningkat 8,5% yoy.

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar 50,5% dari total realisasi dengan nilai Rp234,8 triliun, melonjak 19,1 persen YoY. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mengambil porsi 49,5% dengan nilai Rp230,4 triliun, tumbuh 12,7% YoY.

Rosan menyebut selama tiga bulan pertama tahun ini, kegiatan menanam modal di dalam negeri menunjukkan pertumbuhan signifikan, daripada geliat investasi asing. “Biasanya PMA lebih tinggi dari PMDN, tapi di kuartal pertama ini PMDN lebih tinggi. Ini bukan menunjukkan PMA-nya turun, tapi karena peningkatan PMDN lebih tajam,” kata Rosan.

Dari segi geografis, geliat pembangunan tampak merata. Kawasan di luar Pulau Jawa menyerap investasi Rp235,9 triliun atau 50,7% dari total realisasi, bertumbuh 17,4% YoY. Sementara itu Jawa tetap mempertahankan daya tariknya dengan realisasi Rp229,3 triliun, naik 14,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

5 Besar Subsektor Realisasi Investasi (PMA dan PMDN):

Berdasarkan data BKPM, industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya menjadi subsektor dengan realisasi investasi terbesar, mencapai Rp67,3 triliun atau sekitar 14,5% dari total investasi. Di posisi kedua, subsektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi membukukan investasi Rp66,5 triliun atau 14,3%.

Pertambangan menempati posisi ketiga dengan nilai investasi Rp48,6 triliun (10,4%), diikuti oleh jasa lainnya sebesar Rp41 triliun (8,8%). Sementara itu, subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menyumbang Rp37,5 triliun (8,1%).

Untuk PMA, industri logam dasar memimpin dengan realisasi sebesar USD3,6 miliar (25,3%), diikuti pertambangan USD1,2 miliar (8,3%), serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi USD1,1 miliar (7,9%).

Pada sisi PMDN, subsektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi primadona dengan investasi Rp48,4 triliun (20,6%). Pertambangan menyusul dengan Rp29,5 triliun (12,6%), dan subsektor perumahan, kawasan industri, serta perkantoran menyerap Rp25,3 triliun (10,8%).

Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8% Butuh Investasi Rp13.032 T, Rosan: Bukan Pekerjaan Mudah

Selain itu, subsektor jasa lainnya dan perdagangan serta reparasi juga mencatatkan kontribusi signifikan terhadap realisasi investasi PMDN masing-masing sebesar Rp23,7 triliun dan Rp18,9 triliun.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Rosan Ungkap Alasan...
Rosan Ungkap Alasan Tunjuk Eks Bos Vale Luke Thomas Mahony Pimpin BUMN Ekspor PT DSI
Danantara Sumberdaya...
Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Terbentuk, Rosan: Hilangkan Potensi Uang Gelap
Rosan hingga Bahlil...
Rosan hingga Bahlil Kompak soal Pembentukan Badan Khusus Ekspor: Tunggu Presiden
Rincian Sebaran Investasi...
Rincian Sebaran Investasi Rp498 Triliun yang Masuk RI di Kuartal I 2026, Serap 706 Ribu Pekerja
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
DPMPTSP Bontang Ditarget...
DPMPTSP Bontang Ditarget Tingkatkan Nilai Investasi 2026
Rekomendasi
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Berita Terkini
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved