BRI di Bawah Danantara, Hery Gunardi: Tak Perlu Cemas, Operasional dan Bisnis Berjalan Normal

Rabu, 30 April 2025 - 12:41 WIB
loading...
BRI di Bawah Danantara,...
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menegaskan, bahwa meskipun secara formal BRI telah berada di bawah Danantara, operasional dan bisnis perbankan tetap berjalan normal. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Status PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan juga BUMN lainnya yang kini berada di bawah Danantara menjadi perhatian publik.Menanggapi hal ini, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menegaskan bahwa meskipun secara formal BRI telah berada di bawah Danantara, operasional dan bisnis perbankan tetap berjalan normal. Nasabah tetap dapat menikmati layanan terbaik dari BRI tanpa adanya gangguan.

"Tapi mungkin pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa walaupun kita sekarang sudah secara formal itu di bawah Danantara, pelayanan operasional maupun bisnis perbankan berjalan normal, nasabah tetap dapat menikmati layanan terbaik dari BRI. Jadi sebenarnya tidak ada sesuatu yang dikhawatirkan," ujar Hery dalam Press Conference Paparan Kinerja Keuangan BRI Kuartal I Tahun 2025, Rabu (30/4/2025).

Baca Juga: BPI Danantara: Peluang atau Tantangan untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia?

Hery menjelaskan, bahwa berada di bawah Danantara justru memungkinkan BRI menjadi lebih adaptif, lincah (agile), dan memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan bisnis. Dengan demikian, BRI diharapkan dapat meningkatkan daya saing global dan menjadi lebih kompetitif dalam menghadapi berbagai tantangan pasar.

"Dengan berada di bawah Danantara, tentu memungkinkan BRI menjadi lebih adaptif, agil, dan memiliki fleksibilitas pengelolaan bisnis. Dengan demikian BRI diharapkan dapat meningkatkan daya saing global dan lebih kompetitif dalam menghadapi berbagai tantangan pasar," imbuhnya.

Seperti diketahui, Danantara telah mengumumkan struktur organisasi dan pengurusnya. Struktur organisasi Danantara berlapis, terdiri dari Dewan Pengawas dan Penasehat, Oversight Committee, Komite Audit, Komite Investasi, Komite Etik, dan lain sebagainya. Danantara juga memiliki tim yang profesional dan kompeten di bidangnya masing-masing.

"Danantara memiliki struktur organisasi yang berlapis, ada Dewan Pengawas dan Penasehat, Oversight Committee, Komite Audit, Komite Investasi, Komite Etik, dan lain sebagainya dan memiliki tim yang profesional serta kompeten sesuai bidangnya," jelas Hery.

Oleh karena itu, Hery meyakini bahwa Danantara akan dikelola secara profesional dan akan memberikan manfaat yang lebih baik bagi BRI, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara keseluruhan, negara, serta masyarakat.

"Oleh karena itu, kami percaya Danantara akan dikelola dengan profesional dan akan mempengaruhi manfaat yang lebih baik untuk BRI, untuk BUMN, untuk negara, dan juga untuk masyarakat," pungkas Hery.

Dalam struktur Danantara, BRI menjadi salah satu entitas BUMN yang berada di bawah holding tersebut. Selain BRI, beberapa BUMN lain di sektor keuangan dan investasi juga tergabung dalam Danantara.

Baca Juga: Gabung Danantara, Bank-bank BUMN hingga Jasa Marga Kompak Alihkan Saham

Pembentukan Danantara bertujuan untuk mengintegrasikan dan memperkuat peran BUMN dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, menciptakan sinergi antar BUMN, serta meningkatkan efisiensi dan daya saing di tingkat global.

Keberadaan BRI di bawah Danantara diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pilar utama dalam sistem keuangan Indonesia dan memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Jangan Tunggu Sampai...
Jangan Tunggu Sampai Hari H! Ini 5 Persiapan Uang yang Bikin Pensiun Makin Nyaman
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Rekomendasi
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved