Jadi Negara Maju, Jumlah Perusahaan Menengah-Besar RI Harus Naik 3 Kali

Kamis, 01 Mei 2025 - 20:53 WIB
loading...
Jadi Negara Maju, Jumlah...
McKinsey Global Institute merilis laporan terbaru berjudul The Enterprising Archipelago: Propelling Indonesia’s Productivity. FOTO/Armydian K
A A A
JAKARTA - Indonesia berpeluang menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045, namun untuk mewujudkan target tersebut, jumlah perusahaan menengah dan besar harus ditingkatkan hingga tiga kali lipat. Hal ini menjadi sorotan utama dalam laporan terbaru McKinsey Global Institute (MGI) berjudul The Enterprising Archipelago: Propelling Indonesia’s Productivity yang menekankan pentingnya peningkatan produktivitas nasional secara signifikan.

Laporan menyebutkan, untuk mencapai pendapatan per kapita minimum sebesar USD14.000 dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,4% per tahun, Indonesia perlu menaikkan produktivitas tahunan dari rata-rata 3,1% sejak tahun 2000 menjadi 4,9%. “Ini hanya dapat dicapai melalui strategi pendalaman modal dan transformasi ekosistem perusahaan, terutama dengan memperkuat peran perusahaan menengah dan besar,” kata Chris Bradley, Direktur MGI.

Baca Juga: 172 Juta Warga RI Hidup Susah, Kepala BPS: Perlu Bijak Memaknai Angka Bank Dunia

Saat ini, hanya 25% tenaga kerja non-pertanian di Indonesia yang bekerja di perusahaan dengan lebih dari 50 karyawan. Jumlah ini perlu digandakan agar proporsi pekerja formal dan produktif meningkat. Sebagian besar pekerja Indonesia masih berada di sektor informal dan usaha mikro. MGI memproyeksikan sektor jasa akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, dengan kontribusi hingga 70% dalam dua dekade mendatang.

Menurut Phillia Wibowo, Partner and Leader of McKinsey's People & Organizational Performance Practice, McKinsey and Company, Indonesia, transformasi ekonomi membutuhkan pembangunan lima jenis modal secara bersamaan: keuangan, manusia, institusional, infrastruktur, dan kewirausahaan. “Produktivitas tidak bisa hanya mengandalkan investasi tradisional. Diperlukan pendekatan holistik yang memperkuat fondasi ekonomi nasional,” tegasnya.

Baca Juga: Kebakaran Israel Berkobar Mendekati Yerusalem pada Hari Kedua, Zionis Darurat Nasional

Phillia juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dan kesetaraan gender. Perusahaan dengan keterwakilan perempuan di posisi eksekutif dinilai memiliki kinerja yang lebih baik. Jika kesenjangan gender tidak segera diatasi, Indonesia berpotensi kehilangan tambahan PDB sebesar USD135 miliar dalam enam tahun ke depan. Selain itu, inovasi harus diarahkan dengan strategi yang jelas agar mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Penguatan perusahaan dan dorongan produktivitas juga terbukti efektif di negara-negara seperti Tiongkok, Polandia, dan Korea Selatan yang berhasil keluar dari jebakan pendapatan menengah dalam waktu 15–30 tahun. Indonesia sendiri telah menunjukkan kemajuan dengan menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem dari 70% pada 1984 menjadi kurang dari 2% pada 2023, namun masih menghadapi tantangan besar seperti ketimpangan wilayah dan infrastruktur digital yang belum merata.

MGI menilai bahwa sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi penentu utama keberhasilan transformasi ini. “Tanpa keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan, target Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai,” ujar Kevin Russell, Senior Fellow MGI. Dengan reformasi struktural dan pembangunan perusahaan berskala, Indonesia memiliki peluang nyata untuk naik kelas menjadi negara maju.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Rekomendasi
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Infografis
Komet 3 Kali Lebih Besar...
Komet 3 Kali Lebih Besar dari Everest Meledak Saat Menuju Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved