Solusi Hadapi Pasar Forex, Narko Santoso Kenalkan Strategi 'Ternak Akun'
Jum'at, 02 Mei 2025 - 13:27 WIB
loading...
Melalui NS TRADE, platform edukasi dan komunitas yang ia dirikan tahun 2017 silam, Narko Santoso memperkenalkan strategi Ternak Akun. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SOLO - Pasar trading , khususnya forex kerap menjadi tantangan besar. Baik bagi trader pemula maupun yang sudah berpengalaman karena sarat risiko dan penuh ketidakpastian.
Di tengah dinamika tersebut, Narko Santoso, seorang anak muda asal Solo, Jawa Tengah muncul sebagai inovator dengan pendekatan unik yang mampu menarik perhatian komunitas trader Tanah Air. Melalui NS TRADE, platform edukasi dan komunitas yang ia dirikan tahun 2017 silam, Narko memperkenalkan strategi Ternak Akun. Suatu metode diversifikasi akun untuk membantu para trader mengelola risiko sekaligus meraih profit secara lebih konsiten. Baca juga: Minat Investor RI Tumbuh ke Pasar Global, Trading Saham AS dalam Genggaman
Dengan membagi modal ke dalam beberapa akun dengan strategi berbeda, trader didorong untuk tidak bergantung pada satu pendekatan tunggal yang rentan terhadap fluktuasi pasar. “Pasar forex sangat dinamis dan seringkali tidak terduga. Ketika trader hanya fokus pada satu akun dan satu strategi, mereka lebih rentan terhadap tekanan market. Dengan sistem Ternak Akun, kita belajar mengembangkan cara berpikir yang lebih fleksibel dan sistematis dalam menyebar risiko dan mengoptimalkan peluang profit,” katanya dalam siaran pers, Jumat (2/5/2025).
Sejak diluncurkan pada 2021, sistem Ternak Akun telah berkembang pesat. Per awal 2025, tercatat lebih dari 1.000 akun aktif dikelola melalui pendekatan ini, dengan performa yang relatif stabil meski menghadapi kondisi pasar ekstrem. Data internal NS TRADE menyebutkan, mayoritas akun yang dikelola melalui strategi ini, mampu bertahan saat pergerakan agresif pada komoditas seperti Gold (XAU/USD) maupun saat terjadi floating besar di pair seperti EUR/USD dan AUD/USD.
Lebih dari sekadar strategi teknikal, NS TRADE membangun pendekatan holistik. Edukasi rutin dilakukan melalui sesi live trading, table talk, hingga diskusi privat di dalam komunitas. Topik yang dibahas diantaranya seputar psikologi trading serta manajemen risiko , hingga cara mengelola floating dengan cerdas.
Di tengah dinamika tersebut, Narko Santoso, seorang anak muda asal Solo, Jawa Tengah muncul sebagai inovator dengan pendekatan unik yang mampu menarik perhatian komunitas trader Tanah Air. Melalui NS TRADE, platform edukasi dan komunitas yang ia dirikan tahun 2017 silam, Narko memperkenalkan strategi Ternak Akun. Suatu metode diversifikasi akun untuk membantu para trader mengelola risiko sekaligus meraih profit secara lebih konsiten. Baca juga: Minat Investor RI Tumbuh ke Pasar Global, Trading Saham AS dalam Genggaman
Dengan membagi modal ke dalam beberapa akun dengan strategi berbeda, trader didorong untuk tidak bergantung pada satu pendekatan tunggal yang rentan terhadap fluktuasi pasar. “Pasar forex sangat dinamis dan seringkali tidak terduga. Ketika trader hanya fokus pada satu akun dan satu strategi, mereka lebih rentan terhadap tekanan market. Dengan sistem Ternak Akun, kita belajar mengembangkan cara berpikir yang lebih fleksibel dan sistematis dalam menyebar risiko dan mengoptimalkan peluang profit,” katanya dalam siaran pers, Jumat (2/5/2025).
Sejak diluncurkan pada 2021, sistem Ternak Akun telah berkembang pesat. Per awal 2025, tercatat lebih dari 1.000 akun aktif dikelola melalui pendekatan ini, dengan performa yang relatif stabil meski menghadapi kondisi pasar ekstrem. Data internal NS TRADE menyebutkan, mayoritas akun yang dikelola melalui strategi ini, mampu bertahan saat pergerakan agresif pada komoditas seperti Gold (XAU/USD) maupun saat terjadi floating besar di pair seperti EUR/USD dan AUD/USD.
Lebih dari sekadar strategi teknikal, NS TRADE membangun pendekatan holistik. Edukasi rutin dilakukan melalui sesi live trading, table talk, hingga diskusi privat di dalam komunitas. Topik yang dibahas diantaranya seputar psikologi trading serta manajemen risiko , hingga cara mengelola floating dengan cerdas.
Lihat Juga :