Alasan Vietnam Lebih Menarik Buat Investasi, Indonesia Banyak Preman

Jum'at, 02 Mei 2025 - 19:26 WIB
loading...
Alasan Vietnam Lebih...
Ekonom mengungkapkan alasan Vietnam lebih menarik buat investasi dibandingkan Indonesia. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengungkapkan sejumlah masalah yang menghambat investasi di Indonesia, terutama jika dibandingkan dengan Vietnam, salah satunya premanisme. Keberadaan preman di kawasan industri menciptakan ketidakpastian bagi para investor.

"Premanisme tidak bisa ditolerir. Perlu tindakan tegas dari negara untuk mengatasi masalah ini. Kita perlu shock therapy untuk memberantas premanisme di kawasan industri," ujar dia dalam sebuah diskusi online yang berlangsung pada Jumat (2/5).

Baca Juga: Sahroni Desak Polisi Tegas Tertibkan Preman Berkedok Ormas: Negara Jangan Kalah!

Menurutnya premanisme sebagai salah satu isu utama yang merusak iklim investasi. Selain premanisme, masalah perizinan usaha yang masih menyulitkan pelaku usaha berdampak negatif pada iklim investasi.

Tak hanya itu, sektor keuangan juga menjadi perhatian. Ia mencatat tingginya net interest margin perbankan yang menyebabkan kredit menjadi mahal dan sulit diakses.

"Pengembangan pasar modal sangat penting untuk menciptakan persaingan sehat dengan sektor perbankan, menurunkan suku bunga, dan menyediakan alternatif pembiayaan jangka panjang," ujar dia.

Di sisi lain, pihaknya juga menyoroti praktik manipulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang banyak dimanfaatkan untuk kepentingan rent-seeking. Ia mencontohkan sektor elektronik, di mana praktik impor barang dari luar negeri dengan hanya mengganti kemasan dianggap memenuhi syarat TKDN. "Praktik seperti ini justru merusak daya tarik investasi yang berkualitas di Indonesia," jelasnya.

Dia pun menekankan pentingnya keseriusan dalam menyusun kebijakan terkait perjanjian perdagangan bebas, insentif pajak, dan pemberantasan ekonomi informal. Ia mencatat bahwa sektor ekonomi informal di Indonesia mencapai lebih dari 15% dari PDB, yang merugikan penerimaan negara dan industri nasional.

Baca Juga: Lampaui Jakarta, Investasi Luar Jawa di Kuartal I/2025 Sentuh Rp235,9 T

Ia menekankan perlunya kepastian hukum dan pengaturan tenaga kerja asing yang lebih baik. Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan yang bebas dari politisasi dan intervensi.

"Di banyak negara, masalah ini sudah tuntas sejak lama, sementara kita masih berjuang. Ini adalah jaring pengaman bagi para pekerja," katanya.

Terakhir, ia menyoroti tingginya biaya logistik akibat manajemen yang buruk dan infrastruktur yang belum optimal. Ia menegaskan bahwa untuk bersaing dengan Vietnam, Indonesia perlu melakukan deregulasi besar-besaran dengan strategi yang konkret. "Kita harus mengejar mereka dengan pendekatan neck to neck, eye to eye," tutupnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Rekomendasi
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Berita Terkini
Musim Liburan Sekolah,...
Musim Liburan Sekolah, 418.000 Pemudik Nikmati Diskon Penyeberangan ASDP
PNM Mekaar Salurkan...
PNM Mekaar Salurkan Pembiayaan 23,3 Juta Nasabah Prasejahtera
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Pacu Kinerja, Pelindo...
Pacu Kinerja, Pelindo Sinergi Lokaseva Rombak Jajaran Direksi
Purbaya Tegaskan Investor...
Purbaya Tegaskan Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Tak Kebal Hukum
MNC Sekuritas Ajak Investor...
MNC Sekuritas Ajak Investor Pahami Saham Syariah lewat Webinar Gratis Beli Saham Syariah
Infografis
Hasil Drawing Piala...
Hasil Drawing Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Bentrok dengan Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved