PLN IP Komitmen Optimalkan Energi Surya dengan Potensi 3.295 GW
Jum'at, 02 Mei 2025 - 22:15 WIB
loading...
PLN Indonesia Power (PLN IP) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan EBT di Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PLN Indonesia Power (PLN IP) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Salah satu yang ditempuh adalah dengan mengoptimalkan potensi sinar matahari sebagai sumber energi listrik melalui penguatan industri Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari hulu ke hilir.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan Indonesia memiliki potensi tenaga surya yang sangat besar, yaitu mencapai 3.295 Gigawatt (GW). Potensi ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan industri energi surya nasional.
"Indonesia yang hanya memiliki dua musim, penghujan dan kemarau yang sangat memungkinkan pemanfaatan sinar matahari sepanjang tahun untuk pembangkitan listrik berbasis PLTS. Oleh karena itu, kami memanfaatkan mengambil langkah strategis dengan membangun industri PLTS dari hulu hingga hilir, sekaligus mempercepat transisi energi menuju target Net Zero Emission (NZE) pada 2060," kata Edwin dalam pernyataannya, Jumat (2/5).
Baca Juga: PLN Indonesia Power Siap Tingkatkan Kapasitas SPBU Hidrogen Senayan
Edwin menjelaskan, di sisi hulu, PLN IP telah membangun industri pembuatan komponen PLTS, melalui perusahaan patungan antara PLN Indonesia Power Renewables dengan Trina Solar Co. Ltd dan PT Dian Swastatika Sentosa yaitu PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI).
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan Indonesia memiliki potensi tenaga surya yang sangat besar, yaitu mencapai 3.295 Gigawatt (GW). Potensi ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan industri energi surya nasional.
"Indonesia yang hanya memiliki dua musim, penghujan dan kemarau yang sangat memungkinkan pemanfaatan sinar matahari sepanjang tahun untuk pembangkitan listrik berbasis PLTS. Oleh karena itu, kami memanfaatkan mengambil langkah strategis dengan membangun industri PLTS dari hulu hingga hilir, sekaligus mempercepat transisi energi menuju target Net Zero Emission (NZE) pada 2060," kata Edwin dalam pernyataannya, Jumat (2/5).
Baca Juga: PLN Indonesia Power Siap Tingkatkan Kapasitas SPBU Hidrogen Senayan
Edwin menjelaskan, di sisi hulu, PLN IP telah membangun industri pembuatan komponen PLTS, melalui perusahaan patungan antara PLN Indonesia Power Renewables dengan Trina Solar Co. Ltd dan PT Dian Swastatika Sentosa yaitu PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI).
Lihat Juga :