Warren Buffett: Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka

Selasa, 06 Mei 2025 - 07:30 WIB
loading...
Warren Buffett: Dolar...
Investor legendaris Amerika Serikat (AS) Warren Buffett. FOTO/Money.com
A A A
JAKARTA - Investor legendaris Amerika Serikat (AS) Warren Buffett memperingatkan dolar AS sedang menuju ke neraka akibat kebijakan fiskal pemerintah yang tidak terkendali. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemegang Saham Tahunan Berkshire Hathaway ke-60, Minggu (4/5), miliarder berusia 94 tahun itu mengisyaratkan kemungkinan perusahaannya mengalihkan ke mata uang asing sebagai lindung nilai.

Pernyataan Buffett ini muncul di tengah gelombang dedolarisasi yang digaungkan aliansi BRICS. "Kami tidak akan berinvestasi pada dolar AS yang sedang menuju neraka," ujar dia seperti dikutip dari Watcher Guru, Senin (5/5).

Baca Juga: 10 Negara Baru Ucapkan Selamat Tinggal pada Dolar AS, Beralih ke Mata Uang Lokal

Buffett menekankan bahwa nilai mata uang bisa menjadi hal yang menakutkan jika pemerintah tidak bijak mengelola kebijakan fiskal. Ia menyoroti defisit anggaran AS yang terus membengkak dan utang nasional yang melambung sebagai ancaman serius terhadap stabilitas dolar.

"Mungkin ada hal-hal di AS yang membuat kami ingin memegang lebih banyak mata uang lain," kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Rupiah Tembus 18.009...
Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Rekomendasi
Omoda O4 Punya 10 Otak...
Omoda O4 Punya 10 Otak AI Sekaligus, Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Periksa Plt Gubernur...
Periksa Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Uang yang Ditemukan saat Penggeledahan
Berita Terkini
Tingkatkan Produktivitas...
Tingkatkan Produktivitas Petani, Mahindra-RMA Indonesia Luncurkan Mahindra OJA 3140
BBT Perkuat Ekosistem...
BBT Perkuat Ekosistem Industri Batam lewat Ekspansi Fiber dan 5G
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp9.000, Kini Dibanderol Rp2,61 Juta per Gram
Rupiah Hari Ini Dibuka...
Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah ke Rp18.068, Tersengat Kabar Independensi BI
OSL Indonesia Bidik...
OSL Indonesia Bidik Antusiasme Investor Melalui Kompetisi Trading
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved