Pertamina Patra Niaga Kembangkan Energi Terbarukan di Desa Keliki
Rabu, 07 Mei 2025 - 09:10 WIB
loading...
PT Pertamina Patra Niaga melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) mendorong kemandirian energi di Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Bali. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) mendorong kemandirian energi di Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Bali. Berkat program tersebut desa ini kini menjadi percontohan pemanfaatan energi terbarukan yang berkelanjutan.
Program yang mengusung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ini telah membawa manfaat bagi masyarakat setempat. Teknologi panel surya yang dipasang Pertamina kini menggerakkan fasilitas penting desa, seperti Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan pompa air irigasi terutama saat musim kemarau.
Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Yowana Bakti, I Wayan Sumada, mengungkapkan manfaat yang dirasakan warga. "Kami berhasil menghemat biaya listrik hingga Rp20 juta per tahun. Selain itu, produksi padi organik meningkat 2-4 ton setiap panen," ujar dia dalam pernyataannya, Rabu (7/5).
Baca Juga: Turun Lagi, Segini Harga Harga Pertamax Series dan Dex Series Per 1 Mei
Tidak hanya di sektor energi, program ini juga mendorong pengelolaan sampah menjadi kompos organik yang mendukung pertanian ramah lingkungan. "Dulu kami kurang peduli pengelolaan sampah dan energi. Sekarang kami bangga bisa menjaga kelestarian desa, termasuk untuk upacara adat di Pura Subak," tambah Wayan.
Program yang mengusung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ini telah membawa manfaat bagi masyarakat setempat. Teknologi panel surya yang dipasang Pertamina kini menggerakkan fasilitas penting desa, seperti Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan pompa air irigasi terutama saat musim kemarau.
Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Yowana Bakti, I Wayan Sumada, mengungkapkan manfaat yang dirasakan warga. "Kami berhasil menghemat biaya listrik hingga Rp20 juta per tahun. Selain itu, produksi padi organik meningkat 2-4 ton setiap panen," ujar dia dalam pernyataannya, Rabu (7/5).
Baca Juga: Turun Lagi, Segini Harga Harga Pertamax Series dan Dex Series Per 1 Mei
Tidak hanya di sektor energi, program ini juga mendorong pengelolaan sampah menjadi kompos organik yang mendukung pertanian ramah lingkungan. "Dulu kami kurang peduli pengelolaan sampah dan energi. Sekarang kami bangga bisa menjaga kelestarian desa, termasuk untuk upacara adat di Pura Subak," tambah Wayan.
Lihat Juga :