Perang India-Pakistan Memanas, S&P Global Peringatkan Soal Risiko Utang

Jum'at, 09 Mei 2025 - 07:30 WIB
loading...
Perang India-Pakistan...
S&P Global Ratings memperingatkan eskalasi konflik antara India dan Pakistan berpotensi memperburuk risiko utang kedua negara. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - S&P Global Ratings memperingatkan bahwa eskalasi konflik antara India dan Pakistan berpotensi memperburuk risiko utang kedua negara. Lembaga pemeringkat kredit global ini menegaskan setiap perang berkecamuk dapat memberikan tekanan pada dukungan kredit pemerintah.

S&P memberikan peringkat 'BBB-' dengan prospek positif untuk India dan 'CCC+' dengan prospek stabil untuk Pakistan. Meskipun demikian, mereka tidak melihat dampak langsung terhadap peringkat utang pemerintah saat ini. S&P memproyeksikan ketegangan antara kedua negara akan tetap tinggi selama 2-3 minggu ke depan dengan kemungkinan terjadinya aksi militer yang lebih besar.

"Pecahnya permusuhan antara India dan Pakistan telah meningkatkan risiko kredit regional, terutama bagi kedua negara yang terlibat. Kami memperkirakan bahwa aksi-aksi militer yang intens hanya bersifat sementara, yang akan memberi jalan bagi periode konfrontasi yang lebih lama dan sporadis," ungkap S&P Global Ratings, seperti dikutip dari Business Standard, Jumat (9/5).

Baca Juga: Perang India-Pakistan, Ini Sejarah Keduanya Menjadi Negara Bersenjata Nuklir

India menyerang Pakistan sebagai respons terhadap pembantaian di Pahalgam, di mana 26 warga sipil tewas, termasuk turis, angkatan bersenjata India pada hari Rabu menghancurkan sembilan situs teror, termasuk yang terkait dengan Jaish-e-Mohammad dan Lashkar-e-Taiba di Pakistan dan Kashmir yang diduduki oleh Pakistan (PoK). Tindakan ini merupakan bagian dari Operasi Sindoor, yang diluncurkan India 15 hari setelah insiden tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Rekomendasi
Cerita Warga Jember...
Cerita Warga Jember Mudahnya Berobat dengan BPJS Kesehatan
Diterima di FMIPA ITB,...
Diterima di FMIPA ITB, Andromeda Diantar Keluarga Naik Bajaj dari Yogya untuk Kuliah di Bandung
Kecanggihan 12 Pesawat...
Kecanggihan 12 Pesawat Latih Tempur Leonardo M-346 F Block 20 yang Dibeli Kemhan
Berita Terkini
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
Infografis
9 Rudal Nuklir Pakistan...
9 Rudal Nuklir Pakistan yang Dapat Lenyapkan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved