Perusahaan Barat yang Dulu Kabur, Merapat Kembali ke Rusia usai Boncos Rp4.941 Triliun
Jum'at, 09 Mei 2025 - 12:51 WIB
loading...
A
A
A
Dmitriev mengaku, belum lama ini bertemu perwakilan lebih dari 150 perusahaan AS yang masih beroperasi di Rusia, meskipun ada beberapa putaran sanksi. Rusia selalu memiliki sikap yang sangat positif terhadap mitra yang bertanggung jawab untuk berinvestasi di negara itu, katanya.
Menurut utusan investasi tersebut, sektor bisnis Amerika kehilangan lebih dari USD300 miliar atau setara Rp4.941 triliun (kurs Rp16.471 per USD) karena meninggalkan pasar Rusia. Ketika ditanya tentang kondisi kembalinya bisnis Barat ke Rusia, Ia memberikann catatan bahwa pemerintah secara aktif terlibat dalam "menyusun aturan" untuk proses tersebut.
Ditekankan juga oleh Dmitriev, ini bukan tentang memasang hambatan, tetapi memprioritaskan perlindungan terhadap bisnis di dalam negeri.
Moskow dan Washington diketahui sedangkan berupaya meningkatkan kembali hubungan kedua negara, sejak Presiden AS Donald Trump kembali menjabat pada Januari, lalu.
Kedua negara sempat melakukan serangkaian pertemuan tingkat tinggi dalam beberapa bulan terakhir yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan diplomatik dan menyelesaikan konflik Ukraina. Baik Putin dan Trump berbicara secara terbuka tentang keinginan untuk menghidupkan kembali kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Menurut utusan investasi tersebut, sektor bisnis Amerika kehilangan lebih dari USD300 miliar atau setara Rp4.941 triliun (kurs Rp16.471 per USD) karena meninggalkan pasar Rusia. Ketika ditanya tentang kondisi kembalinya bisnis Barat ke Rusia, Ia memberikann catatan bahwa pemerintah secara aktif terlibat dalam "menyusun aturan" untuk proses tersebut.
Ditekankan juga oleh Dmitriev, ini bukan tentang memasang hambatan, tetapi memprioritaskan perlindungan terhadap bisnis di dalam negeri.
Moskow dan Washington diketahui sedangkan berupaya meningkatkan kembali hubungan kedua negara, sejak Presiden AS Donald Trump kembali menjabat pada Januari, lalu.
Kedua negara sempat melakukan serangkaian pertemuan tingkat tinggi dalam beberapa bulan terakhir yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan diplomatik dan menyelesaikan konflik Ukraina. Baik Putin dan Trump berbicara secara terbuka tentang keinginan untuk menghidupkan kembali kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Lihat Juga :