Pakar Pangan Unibraw Sebut Produksi Beras RI Tertinggi dalam Sejarah, Stok Melimpah

Senin, 12 Mei 2025 - 12:19 WIB
loading...
Pakar Pangan Unibraw...
Sujarwo, pakar pangan Unibraw, mengungkapkan bahwa periode April hingga Mei merupakan puncak produksi pangan nasional, di mana suplai beras dalam negeri mencapai titik tertingginya.
A A A
JAKARTA - Pakar pangan dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Sujarwo, mengungkapkan bahwa periode April hingga Mei merupakan puncak produksi pangan nasional, di mana suplai beras dalam negeri mencapai titik tertingginya. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mencatat surplus beras yang dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk stok nasional, tetapi juga untuk ekspor.

Mengacu pada Rice Outlook edisi April 2025 yang dirilis Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), produksi beras Indonesia tahun ini diperkirakan menembus 34,6 juta ton—naik 600 ribu ton dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya.

“Produksi beras Indonesia saat ini menunjukkan tren positif dan bahkan lebih baik dibandingkan negara-negara besar di ASEAN seperti Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, maupun Laos,” ujar Sujarwo, Minggu (11/5/2025).

Tak hanya itu, cadangan beras pemerintah juga mencapai rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir, yaitu sebesar 3,6 juta ton.Menurut Sujarwo, capaian ini tak lepas dari langkah strategis pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Andi Amran Sulaiman. Sejak awal, Kementan telah menambah alokasi pupuk bersubsidi serta memperkuat sarana dan prasarana produksi, termasuk mekanisasi pertanian dan pemanfaatan teknologi.

“Dukungan pemerintah sangat vital, mengingat sebagian besar produksi nasional berasal dari petani kecil yang membutuhkan kehadiran negara. Dengan kebijakan pertanian yang terarah dan berdimensi jangka panjang, Indonesia bisa kembali menjadi salah satu lumbung beras dunia,” ujarnya.

Sujarwo optimistis, di bawah pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto, visi swasembada pangan akan tercapai jika penguatan teknologi, efisiensi pasar, dan konsolidasi kelembagaan terus dijalankan secara konsisten.

“Dalam waktu dekat, saya yakin kita bisa mewujudkan swasembada pangan. Kuncinya adalah kolaborasi antarprogram pembangunan pertanian, terutama sinergi antara Kementan dan Bulog,” katanya.

Sebagai catatan, Indonesia sempat menjadi negara pengimpor beras terbesar kelima di dunia pada 2023 dengan volume mencapai 3,06 juta ton. Namun kebijakan impor tersebut dihentikan sejak Andi Amran Sulaiman kembali menjabat Menteri Pertanian (Mentan) dan fokus menggenjot produksi dalam negeri di sentra-sentra pertanian.

Menariknya, tekanan justru kini dialami oleh Thailand, yang selama ini dikenal sebagai eksportir utama beras ASEAN. Pada kuartal I 2025, ekspor beras negara tersebut tercatat turun hingga 30 persen.

“Ini momentum emas bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian pangan. Dukungan semua pihak terhadap upaya pemerintah sangat penting agar potensi besar bangsa ini bisa diwujudkan,” ujar Sujarwo memungkasi keterangan.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Dorong Ketahanan Pangan,...
Dorong Ketahanan Pangan, Asuransi Jasindo Gelar Program Pengembangan Beras Sehat di Karawang
Harga Tepung Beras Melonjak,...
Harga Tepung Beras Melonjak, Pelaku UMKM Kini Tertekan
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Rekomendasi
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
Rossa Umumkan Asuh Anak...
Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan, Warganet Ikut Terharu
Berita Terkini
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved