AS dan China Sepakat Hentikan Gencatan Perang Dagang selama 90 Hari

Senin, 12 Mei 2025 - 17:08 WIB
loading...
AS dan China Sepakat...
Amerika Serikat (AS) dan China menyepakati penurunan tarif impor sementara selama 90 hari mulai 14 Mei 2025. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan China menyepakati penurunan tarif impor sementara selama 90 hari mulai 14 Mei 2025 dalam upaya meredakan ketegangan perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia ini. Kebijakan ini menjadi jeda diplomatik setelah bulan-bulan terakhir diwarnai perang tarif yang memicu gejolak pasar global.

Pernyataan bersama di Jenewa pada Senin (12/5), menyatakan tarif AS sebesar 145% untuk sebagian besar produk China akan dipotong menjadi 30%, termasuk tarif terkait fentanil. Sementara, bea masuk China sebesar 125% untuk barang-barang AS akan turun menjadi 10%. Namun, kebijakan ini tidak mencakup tarif sektoral AS yang berlaku untuk semua mitra dagangnya.

"Kami sepakat bahwa tidak ada pihak yang ingin memisahkan diri," ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent dikutip dari Bloomberg.

Baca Juga: 3 Negara Non-BRICS Siap Luncurkan Mata Uang Baru, Lawan Dominasi Dolar AS

Dia menegaskan komitmen kedua negara untuk melanjutkan dialog ekonomi. Pembicaraan juga membahas rencana pembelian komoditas AS oleh China, meski detailnya belum final.

Pengumuman ini langsung memicu kenaikan pasar. indeks saham Asia dan Eropa menguat, S&P 500 futures melonjak 3%, dan yuan terapresiasi 0,5% terhadap dolar. Kedua pihak sepakat membentuk mekanisme lanjutan untuk membahas hubungan dagang, meski AS masih menuntut penyeimbangan defisit perdagangan yang mencapai USD382 miliar pada 2024.

China, melalui kantor berita Xinhua, menegaskan komitmennya pada hubungan stabil dengan AS, tetapi menolak tekanan unilateral. "Cara tepat berurusan dengan China adalah melalui dialog setara," bunyi buku putih kebijakan Beijing.

Baca Juga: Inilah 9 Rudal Nuklir Pakistan yang Dapat Lenyapkan India

Kesepakatan ini mengulangi pola 2018, ketika gencatan senjata dagang berujung pada kegagalan China memenuhi target pembelian dalam kesepakatan "Fase Satu" 2020. Analis memperingatkan, 90 hari ke depan adalah ujian apakah kedua negara benar-benar bisa mencapai konsensus teta atau kembali ke perang tarif.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Berita Terkini
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved