Kondisi Ekonomi Rusia Lebih Buruk Daripada yang Dikatakan Moskow

Rabu, 14 Mei 2025 - 14:20 WIB
loading...
Kondisi Ekonomi Rusia...
Ekonomi Rusia berada dalam kondisi yang semakin genting akibat pergeseran ke mode perang dan sanksi Barat atas invasi Moskow ke Ukraina. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekonomi Rusia berada dalam kondisi yang semakin genting akibat pergeseran ke mode perang dan sanksi Barat atas invasi Moskow ke Ukraina . Hal ini terungkap dalam laporan dari Stockholm Institute of Transition Economics (SITE).

Laporan yang disiapkan untuk pertemuan menteri keuangan Uni Eropa, menyebutkan bahwa meskipun masih relatif stabil, ekonomi Rusia hanya tahan terhadap goncangan secara permukaan dan ketidakseimbangan serta kelemahan struktural yang mendasar diklaim semakin tumbuh.

"Stimulus fiskal dari ekonomi mode perang telah menjaga ekonomi tetap bertahan dalam jangka pendek, tetapi ketergantungan pada pembiayaan yang tidak transparan, alokasi sumber daya yang terdistorsi, dan menyusutnya buffer fiskal membuatnya tidak berkelanjutan dalam jangka panjang. Bertentangan dengan narasi Kremlin, waktu tidak berpihak pada Rusia," kata laporan itu.

Baca Juga: Eropa Lepas Aset Beku Rusia Rp55,1 Triliun, Investor Barat Kecipratan

Uni Eropa sejauh ini telah memberlakukan 16 paket sanksi terhadap Rusia sejak perang Ukraina pecah pada Februari 2022, lalu. Sanksi UE menyasar sumber pendapatan utama Moskow, seperti ekspor minyak, gas, dan batubara.

Negara-negara Barat lainnya, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Jepang juga memberlakukan sanksi serupa.

Ingin memperlihatkan bahwa sanksi Barat tidak berdampak, Rusia menyatakan bahwa produk domestik bruto (PDB) mereka tumbuh 4,3% pada tahun 2024 setelah ekspansi 3,6% pada tahun 2023.

Namun Torbjorn Becker, yang mempresentasikan laporan SITE kepada menteri keuangan Uni Eropa, mengatakan bahwa angka PDB Rusia tidak bisa dipercaya karena Moskow kemungkinan besar sangat meremehkan inflasi yang memengaruhi perhitungan PDB riil.

"Rusia mengklaim inflasi adalah 9-10%. Mengapa mereka kemudian memiliki suku bunga kebijakan 21% di bank sentral? Bank sentral mana yang biasanya memiliki suku bunga kebijakan yang pada dasarnya 11,50 poin persentase lebih tinggi daripada tingkat inflasi? Jika ada bank sentral kami yang melakukan hal seperti itu, mereka akan dipecat keesokan harinya," kata Becker kepada wartawan.

"Ini adalah indikasi yang sangat jelas bahwa inflasi mungkin bukan angka yang tepat. Jika Anda meremehkan inflasi, maka Anda akan melebih-lebihkan angka PDB riil," katanya.

Ancaman Lonjakan Defisit Anggaran

Dia juga menunjukkan, kelemahan anggaran Rusia yang disebabkan oleh penurunan pendapatan dari minyak, gas, dan batu bara serta meningkatnya pengeluaran militer. Sejak dimulainya invasi ke Ukraina dan meskipun upaya perang yang masif, Rusia melaporkan defisit anggaran sebesar 2% dari PDB setiap tahun.

"Angka fiskal di Rusia tidak benar-benar sesuai dengan apa yang kami pikirkan dalam kondisi perang," kata Becker.

Baca Juga: Defisit Anggaran Rusia Diramal Meledak Capai Rp760 Triliun, Ini Sebabnya

Dia mengatakan, banyak pembiayaan mesin perang melalui sistem perbankan. "Jadi jika Anda menambahkan itu ke angka fiskal, defisit fiskal mereka seharusnya kira-kira dua kali lipat lebih tinggi, dari apa yang mereka tunjukkan dalam statistik resmi," paparnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Rekomendasi
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Berita Terkini
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved