Bahas Masa Depan Keuangan Syariah Bersama IFN Indonesia Dialogues 2025

Jum'at, 16 Mei 2025 - 22:12 WIB
loading...
Bahas Masa Depan Keuangan...
Industri keuangan syariah Indonesia kembali mendapat sorotan internasional melalui gelaran IFN Indonesia Dialogues 2025 yang akan berlangsung pada tanggal 26 Mei 2025. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Industri keuangan syariah Indonesia kembali mendapat sorotan internasional melalui gelaran IFN Indonesia Dialogues 2025 yang akan berlangsung pada tanggal 26 Mei 2025 di BPKH Muamalat Tower, Jakarta. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Islamic Finance News (IFN).

Tujuan dari IFN Indonesia Dialogues 2025 adalah mempertemukan para pemangku kepentingan utama dari berbagai sektor untuk membahas perkembangan, tantangan, dan peluang industri keuangan syariah di Tanah Air. Kepala BPKH, Fadlul Imansyah dalam pernyataannya menegaskan, bahwa forum ini merupakan bagian dari kontribusi BPKH untuk membangun ekosistem keuangan syariah Indonesia yang lebih kuat dan terhubung dengan praktik global.

“BPKH bersama IFN menghadirkan forum dialog berskala internasional dengan pembicara profesional di bidang keuangan syariah. Ini adalah kontribusi kami untuk memajukan ekosistem keuangan syariah di Indonesia sekaligus mentransfer wawasan global ke dalam praktik nasional,” ujar Fadlul.

Baca Juga: BPKH Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Pengelolaan Dana Haji

Sebagai bagian dari IFN Dialogues Series, forum prestisius ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dan ekonomi halal dunia. Indonesia sendiri, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, terus melakukan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor ini.

Regulasi yang progresif dan mobilisasi sumber daya telah membuat Indonesia menjadi salah satu pasar keuangan syariah paling aktif dan inovatif di dunia.

Agenda dan Fokus Diskusi

IFN Indonesia Dialogues 2025 akan dimulai dengan sambutan dari Kepala BPKH RI Dr. Fadlul Imansyah dan dilanjutkan dengan Keynote Address yang mengulas inisiatif kebijakan utama dalam mendorong ekspansi industri keuangan syariah nasional.

Presentasi bertajuk “Perkembangan Terkini Layanan Keuangan Syariah di Indonesia” akan memberikan gambaran umum terkait pertumbuhan pasar, kemajuan regulasi, serta peluang investasi baru yang tengah berkembang.

Sesi pertama, “Mendorong Pertumbuhan: Perbankan Syariah, Teknologi & Pasar Keuangan Syariah di Indonesia”, akan membahas, kinerja lembaga keuangan syariah nasional, dampak regulasi PKSK dan SRIA, Prospek sektor perbankan syariah, takaful, dan ekonomi halal, Tantangan likuiditas dan penguatan pasar sukuk, peran teknologi dalam transformasi keuangan syariah dan strategi pembiayaan untuk proyek hijau, sosial, dan berkelanjutan

Sesi kedua, “Merencanakan Masa Depan: Produk Investasi Syariah dan Manajemen Aset di Indonesia”, akan mengulas tren dan diversifikasi investasi syariah, peran modal privat, properti, dan private equity, integrasi prinsip ESG dalam strategi investasi, pengembangan REITs syariah, skema pembiayaan infrastruktur publik-swasta, dan inovasi produk investasi berbasis wakaf.

Menuju Fase Pertumbuhan Baru

Melalui forum ini, BPKH dan IFN menegaskan komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan keuangan syariah Indonesia dan menjadikannya bagian integral dari ekosistem keuangan global. Kolaborasi antara regulator, institusi keuangan, dan investor menjadi kunci dalam membuka jalan menuju masa depan industri yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif.

Baca Juga: Menjadi Perempuan Penggerak Literasi-Inklusi Keuangan Syariah

IFN Indonesia Dialogues 2025 diharapkan menjadi platform strategis bagi para pelaku industri untuk menjalin kemitraan baru, bertukar gagasan, dan merumuskan strategi kolektif demi memperkuat peran Indonesia dalam peta keuangan syariah dunia.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
BRI Gandeng Syailendra...
BRI Gandeng Syailendra Capital Hadirkan Investasi Syariah melalui Super App BRImo
Ambil Peluang Investasi...
Ambil Peluang Investasi Syariah di Booth MNC Sekuritas dalam Sharia Investment Week 2026
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
DPR Dorong Penguatan...
DPR Dorong Penguatan BPKH untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Darunnajah Jadi Tuan...
Darunnajah Jadi Tuan Rumah Literasi Keuangan Syariah Nasional Bersama OJK
Ibas Ajak Perkuat Ekonomi...
Ibas Ajak Perkuat Ekonomi Syariah Berkeadilan untuk Indonesia Sejahtera
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Kaleidoskop 2025: 5...
Kaleidoskop 2025: 5 Peristiwa Olahraga Bersejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved