Demi Hemat Anggaran, Bank Sentral AS Bakal PHK Massal 2.400 Karyawan

Minggu, 18 Mei 2025 - 08:31 WIB
loading...
Demi Hemat Anggaran,...
Federal Reserve mengumumkan akan memangkas 2.400 karyawan. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Federal Reserve mengumumkan akan mengurangi jumlah karyawan sebanyak 10% dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa institusi tersebut berukuran tepat dan mampu dalam menjalankan tugasnya untuk mendorong perekonomian yang sehat.

Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Jerome Powell menyampaikan rencana tersebut dalam sebuah catatan internal kepada anggota staf pada Jumat. Bagi karyawan yang mendekati masa pensiun diminta mengundurkan diri secara sukarela lebih awal. Tawaran ini hanya berlaku bagi karyawan di Dewan Gubernur yang berbasis di Washington.

Baca Juga: Ekonomi Sulit, 73.992 Pekerja Tersapu Badai PHK Hanya dalam 3 Bulan

Pemangkasan tenaga kerja ini diperkirakan akan berdampak pada seluruh sistem Federal Reserve, termasuk 12 bank regional dengan total sekitar 2.400 karyawan yang terkena dampak.

"Saya telah mengarahkan kepemimpinan Federal Reserve, baik di dewan maupun di seluruh sistem, untuk menemukan cara-cara tambahan dalam mengkonsolidasikan fungsi-fungsi yang sesuai, memodernisasi praktik bisnis dan memastikan bahwa kami memiliki ukuran yang tepat untuk memenuhi misi hukum kami," ungkap Powell dalam sebuah memo, dikutip The New York Times, Minggu (18/5).

Federal Reserve sebelumnya melakukan pembekuan perekrutan pegawai sebagai bagian dari upaya untuk menyelaraskan diri dengan keputusan Pemerintah Trump, yang melarang merekrut pekerja. Selain itu, The Fed juga berusaha menjauh dari isu-isu keberagaman dan perubahan iklim, yang menjadi sorotan di bawah Pemerintah Trump.

Baca Juga: Gelombang PHK Kedua Terjang Nissan: 20.000 Pekerja Terancam, Sang Raksasa Otomotif Jepang Berjuang Hidup

Sebagai lembaga yang independen secara politis, Federal Reserve tidak diwajibkan untuk melaksanakan perintah dari eksekutif. Namun, perlindungan ini kini sedang ditantang secara hukum oleh Departemen Kehakiman, yang berusaha untuk lebih mempengaruhi lembaga-lembaga independen.

Pengumuman ini mencerminkan upaya The Fed pada masa Pemerintahan Clinton untuk mengurangi tenaga kerjanya, yang juga dikutip Powell dalam catatannya. Pada saat itu terdapat upaya di seluruh negeri untuk meningkatkan efisiensi. "Seperti yang terjadi sekarang," kata Powell.

Meski demikian, pada sidang kongres Februari, Powell menolak anggapan bahwa The Fed memiliki terlalu banyak karyawan. Pemerintahan Trump juga mengejar tujuan serupa meskipun dengan pendekatan yang lebih agresif.

Departemen Efisiensi Pemerintah yang baru dibentuk telah memangkas jumlah pegawai federal dan menutup banyak lembaga sehingga puluhan ribu pegawai pemerintah kehilangan pekerjaan mereka. Keputusan Federal Reserve ini tidak terkait dengan inisiatif yang sedang berlangsung oleh DOGE, meskipun beberapa anggota staf bank sentral dihubungi melalui email oleh kelompok Musk tahun ini.

"Federal Reserve adalah pengelola sumber daya publik yang berhati-hati dan bertanggung jawab," tegas Powell.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Rekomendasi
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Akhir Tahun, Taiwan...
Akhir Tahun, Taiwan bakal Dapatkan HIMARS Baru dari AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved