Jembatan Vital Penghubung Logistik Sumsel Direvitalisasi, Target Rampung Akhir 2025
Minggu, 18 Mei 2025 - 18:55 WIB
loading...
Proyek Revitalisasi Jembatan P6 Lalan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) ditargetkan dimulai dan ditargetkan selesai Desember 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Revitalisasi Jembatan P6 Lalan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) ditargetkan selesai Desember 2025. Jembatan ini menjadi jalur logistik utama untuk pengangkutan batu bara dan komoditas lainnya.
"Jembatan P6 Lalan merupakan infrastruktur vital bagi pertumbuhan ekonomi Sumsel, khususnya sektor pertambangan dan pertanian," ujar Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam keterangan tertulis, Minggu (18/5).
Baca Juga: Kapal Angkatan Laut Meksiko Tabrak Jembatan Brooklyn New York, 2 Tewas, 17 Luka
Dia mengatakan Jembatan yang membentang di atas Sungai Lalan ini menjadi jalur logistik utama untuk pengangkutan batu bara dan berbagai komoditas lainnya. Herman menekankan pentingnya kolaborasi agar proyek dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
Bupati Musi Banyuasin, H. Toha, menambahkan, jembatan tersebut kerap mengalami kemacetan dan kerusakan akibat beban muatan berlebih. "Dengan konstruksi baru, distribusi batu bara, sawit, dan karet akan lebih lancar. Kami harap kualitas pengerjaan terbaik dan pengerjaan tepat waktu," kata Toha.
Revitalisasi ini dikerjakan konsorsium PT Asia Mulia Transpasifik (AMT) bersama Asosiasi Pengusaha Pelabuhan dan Logistik Lalan (AP6L). Ketua AP6L, Humala Oloan Pasaribu, menyebut peran asosiasi penting untuk koordinasi pengaturan lalu lintas sungai dan darat.
Sementara, Direktur Operasional AMT, Adam Kurniawan Rumanda, merinci ruang lingkup proyek, antara lain, desain ulang tumpuan jembatan, pemasangan gelagar baja pra-tekan, perkuatan pondasi, dan penerapan sistem drainase modern. "Total investasi mencapai Rp69 miliar. Kami optimalkan efisiensi biaya tanpa mengurangi mutu," ujarnya.
"Jembatan P6 Lalan merupakan infrastruktur vital bagi pertumbuhan ekonomi Sumsel, khususnya sektor pertambangan dan pertanian," ujar Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam keterangan tertulis, Minggu (18/5).
Baca Juga: Kapal Angkatan Laut Meksiko Tabrak Jembatan Brooklyn New York, 2 Tewas, 17 Luka
Dia mengatakan Jembatan yang membentang di atas Sungai Lalan ini menjadi jalur logistik utama untuk pengangkutan batu bara dan berbagai komoditas lainnya. Herman menekankan pentingnya kolaborasi agar proyek dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
Bupati Musi Banyuasin, H. Toha, menambahkan, jembatan tersebut kerap mengalami kemacetan dan kerusakan akibat beban muatan berlebih. "Dengan konstruksi baru, distribusi batu bara, sawit, dan karet akan lebih lancar. Kami harap kualitas pengerjaan terbaik dan pengerjaan tepat waktu," kata Toha.
Revitalisasi ini dikerjakan konsorsium PT Asia Mulia Transpasifik (AMT) bersama Asosiasi Pengusaha Pelabuhan dan Logistik Lalan (AP6L). Ketua AP6L, Humala Oloan Pasaribu, menyebut peran asosiasi penting untuk koordinasi pengaturan lalu lintas sungai dan darat.
Sementara, Direktur Operasional AMT, Adam Kurniawan Rumanda, merinci ruang lingkup proyek, antara lain, desain ulang tumpuan jembatan, pemasangan gelagar baja pra-tekan, perkuatan pondasi, dan penerapan sistem drainase modern. "Total investasi mencapai Rp69 miliar. Kami optimalkan efisiensi biaya tanpa mengurangi mutu," ujarnya.
Lihat Juga :