AS Kirim Bantuan Rp2.078 Triliun ke Ukraina, Trump Ungkap Kekesalannya
Senin, 19 Mei 2025 - 05:52 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai informasi AS telah memberikan sekitar USD128 miliar atau setara Rp2.078 triliun (kurs Rp16,239 per USD) kepada Ukraina sejak 2022, termasuk USD66,5 miliar dalam bentuk bantuan militer.
Meskipun Trump melayangkan kritik, baik terhadap Zelensky dan Putin di masa lalu, ia sebagian besar menyalahkan Ukraina dan pemerintahan Biden atas konflik yang berlangsung dengan Rusia.
Selama dialog panas di Oval Office pada bulan Februari, Trump menuduh Zelensky tidak bersyukur atas dukungan AS dan mengklaim bahwa pemimpin Ukraina tersebut "berjudi dengan Perang Dunia III."
Namun sejak saat itu, Trump melunak dalam retorikanya terhadap Ukraina dan balik mengancam bakal memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap Moskow jika tidak ada kesepakatan damai yang tercapai. Rusia dan Ukraina mengadakan pembicaraan langsung pertama mereka dalam tiga tahun di Istanbul pada akhir pekan kemarin.
Kepala tim negosiasi Rusia, Vladimir Medinsky menyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pertukaran tahanan besar yang melibatkan 1.000 tawanan perang dari masing-masing pihak. Ditambah serta melanjutkan pembicaraan setelah masing-masing pihak menyiapkan proposal gencatan senjata yang rinci.
Delegasi dari Moskow dan Kiev dijadwalkan bertemu di Istanbul pada 15 Mei, menyusul usulan Putin pekan lalu untuk melanjutkan dialog langsung yang ditujukan pada penyelesaian yang langgeng. Tim Kremlin menunggu perwakilan Kiev tiba mulai Kamis pagi.
Meskipun Trump melayangkan kritik, baik terhadap Zelensky dan Putin di masa lalu, ia sebagian besar menyalahkan Ukraina dan pemerintahan Biden atas konflik yang berlangsung dengan Rusia.
Selama dialog panas di Oval Office pada bulan Februari, Trump menuduh Zelensky tidak bersyukur atas dukungan AS dan mengklaim bahwa pemimpin Ukraina tersebut "berjudi dengan Perang Dunia III."
Namun sejak saat itu, Trump melunak dalam retorikanya terhadap Ukraina dan balik mengancam bakal memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap Moskow jika tidak ada kesepakatan damai yang tercapai. Rusia dan Ukraina mengadakan pembicaraan langsung pertama mereka dalam tiga tahun di Istanbul pada akhir pekan kemarin.
Kepala tim negosiasi Rusia, Vladimir Medinsky menyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pertukaran tahanan besar yang melibatkan 1.000 tawanan perang dari masing-masing pihak. Ditambah serta melanjutkan pembicaraan setelah masing-masing pihak menyiapkan proposal gencatan senjata yang rinci.
Mendamaikan Perang Rusia Ukraina
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan hanya pertemuan pribadi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan menghasilkan kemajuan dalam menyelesaikan konflik Ukraina.Delegasi dari Moskow dan Kiev dijadwalkan bertemu di Istanbul pada 15 Mei, menyusul usulan Putin pekan lalu untuk melanjutkan dialog langsung yang ditujukan pada penyelesaian yang langgeng. Tim Kremlin menunggu perwakilan Kiev tiba mulai Kamis pagi.
Lihat Juga :