Serukan Kedaulatan Ekonomi, Sri Mulyani Mengingatkan Kelahiran Budi Utomo

Selasa, 20 Mei 2025 - 15:43 WIB
loading...
Serukan Kedaulatan Ekonomi,...
Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada 20 Mei 2025, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyerukan pentingnya bagi Indonesia memperkuat kedaulatan nasional. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada 20 Mei 2025, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyerukan pentingnya bagi Indonesia untuk meneladani semangat para pendiri bangsa dalam memperkuat kedaulatan nasional , khususnya kedaulatan ekonomi, di tengah lanskap global yang semakin bergejolak dan penuh persaingan.

Dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI ke-18, Menkeu mengingatkan bahwa berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908 menandai awal kebangkitan nasional dan perlawanan terhadap kolonialisme. Kini, satu abad kemudian, dunia kembali menghadapi perubahan fundamental akibat kebijakan proteksionisme seperti tarif dagang tinggi yang diterapkan oleh Amerika Serikat.

"Indonesia harus mampu memanfaatkan momentum ini dengan meneladani semangat para pendiri bangsa, terus berjuang menjaga, mempertahankan, dan memperkuat kedaulatan nasional," tegas Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR perkembangan APBN yang disiarkan di IDX Channel, Selasa (20/5/2025).

Baca Juga: Prabowo Sudah Gelontorkan Rp2,3 Triliun Buat Makan Bergizi Gratis

Ia menekankan, bahwa kedaulatan bangsa dan kedaulatan ekonomi sangat penting dan perlu diperkuat serta dijaga di tengah gejolak global dan persaingan yang meruncing di berbagai bidang, mulai dari militer, keamanan, geopolitik, ideologi, ekonomi, hingga sektor keuangan.

"Persaingan ini berpotensi mengancam stabilitas dan kemajuan yang sudah dan akan terus kita capai. Oleh karena itu Indonesia harus mandiri dengan memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita, serta memperkuat pertahanan semesta," jelasnya.

Menkeu juga menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya alam yang strategis dan berbasis daya saing tinggi untuk menciptakan nilai tambah, menarik modal nasional dan global secara produktif, serta pada akhirnya menciptakan kesempatan kerja berkualitas dan kesejahteraan rakyat.

Peningkatan SDM harus terus dilakukan melalui program pendidikan, terutama yang berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), untuk mengejar ketertinggalan industri dan memacu kemajuan. Program kesehatan universal atau semesta juga menjadi prioritas untuk memperbaiki akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat.

Selain itu, perluasan dan penguatan jaring pengaman sosial menjadi krusial untuk memberikan perlindungan yang memadai bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya kelompok rentan dan tidak mampu. Hal ini mencakup program seperti makan bergizi gratis untuk anak-anak sekolah, anak usia dini, dan ibu hamil, hingga program sekolah rakyat untuk anak tidak mampu.

Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperkuat ekonomi di tingkat akar rumput, termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM) dan koperasi, melalui pembentukan koperasi desa atau kelurahan merah putih di seluruh desa dan kelurahan.

Petani, nelayan, dan buruh juga menjadi perhatian utama dari sisi kesejahteraan dan kepastian tingkat kebutuhan hidup yang layak, mengingat peran mereka sebagai tulang punggung ekonomi dan pentingnya menghindari kesenjangan ekonomi yang besar.

Baca Juga: APBN Dihemat, Ekonomi Semakin Berat

Menkeu memperingatkan bahwa globalisasi tanpa afirmasi dapat menimbulkan petaka sosial politik, bahkan di negara yang paling kuat sekalipun. Oleh karena itu, membangun perekonomian yang berkeadilan dan inklusif dengan mengurangi kesenjangan serta meningkatkan kesejahteraan untuk semua adalah mandat dari sila kelima Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Sri Mulyani mengakui bahwa berbagai tantangan dan hambatan struktural perlu diatasi secara konsisten, tekun, dan efektif dalam jangka menengah dan panjang.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved