Smelter Beroperasi Lebih Cepat, CEO Freeport-McMoRan Turun Langsung ke Gresik

Jum'at, 23 Mei 2025 - 07:51 WIB
loading...
Smelter Beroperasi Lebih...
Chairman Freeport-McMoRan, Richard C. Adkerson, dan Presiden & CEO, Kathleen Quirk, bersama Presdir PTFI, Tony Wenas, turun langsung ke Gresik untuk memastikan kelancaran proses pengoperasian smelter. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) berhasil mempercepat perbaikan smelter tembaga mereka sehingga dapat beroperasi lebih cepat dari jadwal semula. Chairman Freeport-McMoRan, Richard C. Adkerson, dan Presiden & CEO Freeport-McMoRan, Kathleen Quirk, bersama Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, turun langsung ke Gresik untuk memastikan kelancaran proses pengoperasian smelter tersebut.

Tony Wenas menjelaskan bahwa kedatangan pimpinan Freeport-McMoRan ini bertujuan untuk memastikan smelter PTFI dapat beroperasi kembali dengan baik setelah mengalami kejadian kahar pada 14 Oktober 2024 lalu. "Saat ini smelter sudah mulai beroperasi dan akan menghasilkan katoda tembaga pada minggu keempat bulan Juni," ujar dia dalam pernyataannya, Jumat (23/5).

Proses produksi dimulai dengan memasukkan konsentrat tembaga yang kemudian diolah di furnace menjadi anoda tembaga. Selanjutnya, anoda tersebut diproses di electrorefinery untuk menghasilkan katoda tembaga berkualitas tinggi. Tony menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata resiliensi perusahaan dalam menghadapi tantangan.

Sebelumnya, produksi smelter dijadwalkan mulai pada pekan ketiga bulan Juni. Namun, berkat kerja keras tim dan percepatan proses perbaikan, smelter sudah mulai beroperasi pada pekan ketiga bulan Mei. "Ini adalah capaian yang sangat baik dan menunjukkan komitmen kami terhadap hilirisasi sumber daya mineral," kata Tony.

Baca Juga: Percepat Perbaikan Smelter, Freeport Angkut Komponen Gunakan Pesawat Antonov

Untuk mempercepat pengiriman material penting dari luar negeri, PTFI mengerahkan pesawat kargo berbadan lebar seperti Boeing 747 dan Antonov AN-124. Total lebih dari 300 ton material telah didatangkan melalui beberapa kali penerbangan, termasuk tiga kali perjalanan Antonov AN-124.

Dalam proses perbaikan, PTFI mengerahkan sekitar 2.000 tenaga kerja yang bekerja dalam dua shift. Fokus utama mereka adalah pada perbaikan, pengadaan, konstruksi, dan instalasi dengan prioritas utama keselamatan kerja. "Kami melakukan setiap tahap dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan agar smelter dapat segera berproduksi kembali," jelas Tony.

Smelter Beroperasi Lebih Cepat, CEO Freeport-McMoRan Turun Langsung ke Gresik


Saat ini, smelter PTFI telah memasuki fase ramp-up, yaitu peningkatan kapasitas produksi secara bertahap dari 40 persen menuju 100 persen pada Desember 2025. Peningkatan ini diharapkan dapat mendukung target produksi dan kontribusi perusahaan terhadap industri nasional.

Tony menegaskan akselerasi perbaikan dan produksi smelter ini memperkuat posisi PTFI sebagai perusahaan tambang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Hal ini sejalan dengan program hilirisasi sumber daya mineral yang digagas pemerintah dan komitmen PTFI terhadap Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Baca Juga: Prabowo Resmikan Smelter Emas Freeport Senilai Rp10 Triliun di Gresik

Lebih lanjut, beroperasinya smelter ini menjadi langkah strategis yang tidak hanya mendukung kemandirian industri dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar global. PTFI berperan aktif dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional.

Sebagai bagian dari visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, PTFI berkomitmen untuk terus berkontribusi memberikan nilai tambah bagi bangsa dan negara. "Kami akan terus mendukung pembangunan industri nasional dan memperkuat daya saing Indonesia di kancah internasional," tutup Tony.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Freeport Targetkan Produksi...
Freeport Targetkan Produksi Tambang Bawah Tanah Grasberg Pulih dalam Dua Pekan
Freeport Kantongi Perpanjangan...
Freeport Kantongi Perpanjangan Izin di Grasberg, Indonesia Dapat Gratis Saham 12%
Izin Tambang Freeport...
Izin Tambang Freeport Diperpanjang 20 Tahun, Pemerintah Amankan Investasi Rp336 Triliun
RI dan Freeport Capai...
RI dan Freeport Capai Kesepakatan Rp650 Triliun di AS, Ada 6 Poin Termasuk Perluasan Tambang
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Kisah Inspiratif Irine...
Kisah Inspiratif Irine Yandri Sandrika, Sukses Bangun Bisnis Sop Buah
Prabowo Dorong Percepatan...
Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi di Tanah Air
Penjelasan TNI soal...
Penjelasan TNI soal Siswa SMP di Gresik Diduga Terkena Peluru Nyasar
Rekomendasi
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved