Lelucon Soal Beras Bikin Mentan Jepang Mengundurkan Diri

Senin, 26 Mei 2025 - 08:40 WIB
loading...
A A A
Beras bisa menjadi pemicu yang kuat di Jepang, di mana kekurangan beras telah menyebabkan gejolak politik sebelumnya. Kerusuhan akibat melonjaknya harga beras bahkan menjatuhkan sebuah pemerintahan pada tahun 1918. Jadi, tidak mengherankan bahwa harga beras memiliki peran terkait dukungan publik terhadap Ishiba.

"Politisi tidak pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, jadi mereka tidak mengerti," kata Memori Higuchi yang berusia 31 tahun kepada BBC dari rumahnya di Yokohama.

Higuchi adalah seorang ibu baru dari seorang bayi berusia tujuh bulan. Makanan yang baik untuk pemulihan pascamelahirkan sangat penting, dan putrinya akan segera mulai makan makanan padat.

"Saya ingin dia makan dengan baik, jadi jika harga terus naik, kami mungkin harus mengurangi jumlah nasi yang saya dan suami saya makan," ungkapnya seperti dilansir BBC.

Kesalahan yang mahal?

Ini adalah masalah sederhana antara penawaran dan permintaan, kata ekonom pertanian Kunio Nishikawa dari Universitas Ibaraki. Tapi dia percaya, hal itu disebabkan oleh kesalahan perhitungan pemerintah.

Hingga tahun 1995, pemerintah mengendalikan jumlah beras yang diproduksi petani lewat kerja sama erat dengan koperasi pertanian. Undang-undang tersebut dihapus pada tahun itu, tetapi kementerian pertanian terus menerbitkan perkiraan permintaan agar petani dapat menghindari produksi beras berlebih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Rekomendasi
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
Tak Ada Persiapan Khusus,...
Tak Ada Persiapan Khusus, Ruben Onsu Datang Santai ke Sidang Mediasi
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved