Kementan Libatkan Masyarakat Adat Kembangkan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal

Selasa, 27 Mei 2025 - 14:20 WIB
loading...
Kementan Libatkan Masyarakat...
Kementan terus memperluas jangkauan inklusi sosial dalam sektor pertanian dengan melibatkan komunitas masyarakat adat. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian ( Kementan ) terus memperluas jangkauan inklusi sosial dalam sektor pertanian dengan melibatkan komunitas masyarakat adat . Melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementan memastikan kelompok masyarakat adat turut mendapatkan kesempatan untuk berperan aktif dan mengembangkan potensi di sektor pertanian.

Mentan Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan sebagai upaya untuk mewujudkan swasembada pangan memerlukan peran penting masyarakat adat. Menurutnya, program swasembada pangan bukan hanya urusan pangan semata, namun juga sarana agar masyarakat adat dapat merasakan kesejahteraan dari kegiatan pertanian. Baca juga: Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda

”Kita ini bersaudara, kita semua sama, jadi kita saling membantu dan bergotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan kita,” kata Amran dalam keterangannya dikutip, Minggu (25/5/2025).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan, keterlibatan masyarakat adat merupakan bentuk nyata dari pertanian dengan pendekatan kultur budaya di suatu daerah. “Kami terus mendorong akses pelatihan, teknologi, dan pendampingan agar komunitas adat bisa memanfaatkan potensi lokalnya dalam ekosistem pertanian modern,” jelasnya.

Selama lima tahun terakhir, Program YESS telah menjangkau berbagai komunitas adat di empat provinsi yang mendapat intervensi Program YESS, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Beberapa di antaranya adalah Kampung Naga di Tasikmalaya, Kasepuhan Sinar Resmi di Sukabumi, Suku Kajang di Bulukumba, dan Dayak Meratus di Hulu Sungai Selatan. Program YESS secara aktif memperkuat keterlibatan mereka dalam pembangunan ekonomi desa, khususnya melalui pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian sekaligus Direktur Program YESS, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis dan kewirausahaan, tetapi juga membangun jembatan kolaborasi antara masyarakat adat dan pelaku pertanian lainnya. Baca juga: Menteri HAM Ingatkan Peran Strategis Masyarakat Adat Bumikan Hak Asasi Manusia

Ia menekankan pendekatan yang digunakan dalam wilayah adat dilakukan secara partisipatif dan berbasis dialog. “Kita hadir memperkuat apa yang sudah mereka miliki. Kami memfasilitasi agar usaha pertanian mereka semakin berkembang,” katanya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Garudafood dan Pemkab...
Garudafood dan Pemkab Sumedang Jalin Kemitraan Strategis Pengembangan Pertanian Kacang Tanah
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Baleg DPR Genjot Pembahasan...
Baleg DPR Genjot Pembahasan 4 RUU, Termasuk Satu Data Indonesia dan Masyarakat Adat
Rekomendasi
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved