Bibit Dukung Pemenuhan Target 9 Juta Talenta Digital di 2025
Selasa, 27 Mei 2025 - 21:33 WIB
loading...
A
A
A
Kerja sama ini merupakan pengembangan dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua institusi pada 2022. Kali ini, fokusnya lebih spesifik pada pengembangan talenta digital di bidang keuangan melalui Sekolah Vokasi UNS.
Acara penandatanganan dihadiri oleh perwakilan industri perbankan, termasuk Bank Woori Bersaudara dan Bank Muamalat, serta dosen dan mahasiswa Sekolah Vokasi UNS. Turut hadir Diah Pramesti, Plt Ketua Program Studi D3 Keuangan dan Perbankan UNS, yang menekankan pentingnya implementasi konkret dari kerja sama ini.
"Kami berharap program magang dan workshop dari Bibit dapat membantu mahasiswa mempersiapkan karier di industri keuangan digital, baik sebagai profesional maupun pengusaha," ujar Diah.
Menurut data Kementerian Keuangan, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital baru hingga 2035 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Inisiatif Bibit dan UNS ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tersebut, khususnya di sektor jasa keuangan.
William menambahkan, program ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi industri. "Kami melihat potensi besar pada mahasiswa vokasi UNS. Mereka memiliki dasar keilmuan yang kuat dan siap dikembangkan untuk kebutuhan industri," jelasnya.
Acara penandatanganan dihadiri oleh perwakilan industri perbankan, termasuk Bank Woori Bersaudara dan Bank Muamalat, serta dosen dan mahasiswa Sekolah Vokasi UNS. Turut hadir Diah Pramesti, Plt Ketua Program Studi D3 Keuangan dan Perbankan UNS, yang menekankan pentingnya implementasi konkret dari kerja sama ini.
"Kami berharap program magang dan workshop dari Bibit dapat membantu mahasiswa mempersiapkan karier di industri keuangan digital, baik sebagai profesional maupun pengusaha," ujar Diah.
Menurut data Kementerian Keuangan, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital baru hingga 2035 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Inisiatif Bibit dan UNS ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tersebut, khususnya di sektor jasa keuangan.
William menambahkan, program ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi industri. "Kami melihat potensi besar pada mahasiswa vokasi UNS. Mereka memiliki dasar keilmuan yang kuat dan siap dikembangkan untuk kebutuhan industri," jelasnya.
Lihat Juga :