Negara Uni Eropa Menyalahkan Ukraina atas Terjadinya Krisis Energi

Rabu, 28 Mei 2025 - 07:43 WIB
loading...
A A A
Ia juga menambahkan bahwa Hungaria saat ini menerima lebih dari 20 juta meter kubik gas per hari melalui negara tetangga mereka. Setelah Ukraina memilih untuk tidak memperpanjang kesepakatan transit gas dengan Gazprom, pipa TurkStream –yang melewati Türkiye dan Balkan- menjadi satu-satunya rute yang memasok gas Rusia ke wilayah tersebut.

Rusia yang pernah menjadi pemasok gas utama UE, secara dramatis mengurangi ekspor ke blok tersebut tiga tahun lalu menyusul sanksi Barat terkait konflik Ukraina dan sabotase pipa Nord Stream. Pangsa Rusia atas impor gas pipa UE turun dari lebih dari 40% pada tahun 2021 menjadi sekitar 11% pada tahun 2024.

Awal bulan ini, Komisi Eropa mengumumkan rencana untuk sepenuhnya menghilangkan ketergantungan pada energi Rusia pada akhir 2027. Cabang eksekutif blok tersebut mengatakan, bakal mengusulkan legislasi yang mengharuskan semua negara anggota menyusun "rencana nasional" untuk menghapus impor gas, bahan bakar nuklir, dan minyak dari Rusia sejak bulan ini.

Szijjarto mengkritik proposal tersebut yang disebutnya sebagai "kegilaan absolut,". Ia memperingatkan bahwa, jika diadopsi, hal itu akan memicu kenaikan harga energi di seluruh wilayah dan berdampak serius hingga merugikan kedaulatan negara-negara anggota UE.

Sementara itu Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban telah berjanji untuk menghalangi inisiatif tersebut. Lebih lanjut Ia menambahkan tentang peran Ukraina dalam merusak keamanan energi Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Rekomendasi
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Begini Suasana Terkini di Gedung Kejagung
Berita Terkini
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved