Negara Uni Eropa Menyalahkan Ukraina atas Terjadinya Krisis Energi
Rabu, 28 Mei 2025 - 07:43 WIB
loading...
Negara UE geram terhadap Ukraina, lantaran dinilai telah menempatkan keamanan energi di Eropa dalam risiko dengan menghentikan transit gas pipa melalui wilayahnya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ukraina telah menempatkan keamanan energi di Eropa dalam risiko dengan menghentikan transit gas pipa melalui wilayahnya. Karena sikapnya itu, Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto menekankan, Kiev telah membahayakan keamanan energi blok Uni Eropa (UE) setelah menghentikan transit gas Rusia .
Ia menambahkan bahwa Budapest telah berhasil mengamankan pasokan berkat Serbia. Seperti diketahui Kiev menolak untuk memperpanjang kontrak transit lima tahun dengan raksasa energi Rusia, Gazprom pada akhir 2024, yang secara efektif memutus aliran gas alam ke negara-negara anggota UE, termasuk Rumania, Polandia, Hungaria, Slovakia, Austria, Italia, dan Moldova.
“Ukraina telah meninggalkan Eropa Tengah dalam hal keamanan pasokan energi setelah menutup pipa gas alam yang dulunya mengangkut gas dari Rusia, dari timur, ke Eropa-terutama ke Eropa Tengah,” kata Szijjarto dalam sebuah video yang dibagikan di Facebook.
Baca Juga: Rusia dan China Kebut Mega Proyek Pipa Gas Baru Berjuluk Power of Siberia 2
Menurutnya langkah tersebut telah menempatkan wilayah Uni Eropa berada dalam posisi yang sulit. Menteri luar negeri itu melanjutkan dengan mengutarakan, bahwa Serbia saat ini menyediakan pengiriman transit untuk memastikan pasokan energi yang cukup ke wilayah tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa Hungaria saat ini menerima lebih dari 20 juta meter kubik gas per hari melalui negara tetangga mereka. Setelah Ukraina memilih untuk tidak memperpanjang kesepakatan transit gas dengan Gazprom, pipa TurkStream –yang melewati Türkiye dan Balkan- menjadi satu-satunya rute yang memasok gas Rusia ke wilayah tersebut.
Rusia yang pernah menjadi pemasok gas utama UE, secara dramatis mengurangi ekspor ke blok tersebut tiga tahun lalu menyusul sanksi Barat terkait konflik Ukraina dan sabotase pipa Nord Stream. Pangsa Rusia atas impor gas pipa UE turun dari lebih dari 40% pada tahun 2021 menjadi sekitar 11% pada tahun 2024.
Awal bulan ini, Komisi Eropa mengumumkan rencana untuk sepenuhnya menghilangkan ketergantungan pada energi Rusia pada akhir 2027. Cabang eksekutif blok tersebut mengatakan, bakal mengusulkan legislasi yang mengharuskan semua negara anggota menyusun "rencana nasional" untuk menghapus impor gas, bahan bakar nuklir, dan minyak dari Rusia sejak bulan ini.
Szijjarto mengkritik proposal tersebut yang disebutnya sebagai "kegilaan absolut,". Ia memperingatkan bahwa, jika diadopsi, hal itu akan memicu kenaikan harga energi di seluruh wilayah dan berdampak serius hingga merugikan kedaulatan negara-negara anggota UE.
Sementara itu Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban telah berjanji untuk menghalangi inisiatif tersebut. Lebih lanjut Ia menambahkan tentang peran Ukraina dalam merusak keamanan energi Eropa.
Baca Juga: Daftar Harga Gas di Negara-negara Eropa, Dari yang Termahal hinggaTermurah
Szijjarto mengungkap bahwa Budapest dan Beograd setuju untuk membangun pipa minyak sepanjang 200 kilometer yang menghubungkan kedua negara pada tahun 2027. Ia menambahkan bahwa proyek ini akan membantu Hungaria menghindari kenaikan harga bensin.
Ia menambahkan bahwa Budapest telah berhasil mengamankan pasokan berkat Serbia. Seperti diketahui Kiev menolak untuk memperpanjang kontrak transit lima tahun dengan raksasa energi Rusia, Gazprom pada akhir 2024, yang secara efektif memutus aliran gas alam ke negara-negara anggota UE, termasuk Rumania, Polandia, Hungaria, Slovakia, Austria, Italia, dan Moldova.
“Ukraina telah meninggalkan Eropa Tengah dalam hal keamanan pasokan energi setelah menutup pipa gas alam yang dulunya mengangkut gas dari Rusia, dari timur, ke Eropa-terutama ke Eropa Tengah,” kata Szijjarto dalam sebuah video yang dibagikan di Facebook.
Baca Juga: Rusia dan China Kebut Mega Proyek Pipa Gas Baru Berjuluk Power of Siberia 2
Menurutnya langkah tersebut telah menempatkan wilayah Uni Eropa berada dalam posisi yang sulit. Menteri luar negeri itu melanjutkan dengan mengutarakan, bahwa Serbia saat ini menyediakan pengiriman transit untuk memastikan pasokan energi yang cukup ke wilayah tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa Hungaria saat ini menerima lebih dari 20 juta meter kubik gas per hari melalui negara tetangga mereka. Setelah Ukraina memilih untuk tidak memperpanjang kesepakatan transit gas dengan Gazprom, pipa TurkStream –yang melewati Türkiye dan Balkan- menjadi satu-satunya rute yang memasok gas Rusia ke wilayah tersebut.
Rusia yang pernah menjadi pemasok gas utama UE, secara dramatis mengurangi ekspor ke blok tersebut tiga tahun lalu menyusul sanksi Barat terkait konflik Ukraina dan sabotase pipa Nord Stream. Pangsa Rusia atas impor gas pipa UE turun dari lebih dari 40% pada tahun 2021 menjadi sekitar 11% pada tahun 2024.
Awal bulan ini, Komisi Eropa mengumumkan rencana untuk sepenuhnya menghilangkan ketergantungan pada energi Rusia pada akhir 2027. Cabang eksekutif blok tersebut mengatakan, bakal mengusulkan legislasi yang mengharuskan semua negara anggota menyusun "rencana nasional" untuk menghapus impor gas, bahan bakar nuklir, dan minyak dari Rusia sejak bulan ini.
Szijjarto mengkritik proposal tersebut yang disebutnya sebagai "kegilaan absolut,". Ia memperingatkan bahwa, jika diadopsi, hal itu akan memicu kenaikan harga energi di seluruh wilayah dan berdampak serius hingga merugikan kedaulatan negara-negara anggota UE.
Sementara itu Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban telah berjanji untuk menghalangi inisiatif tersebut. Lebih lanjut Ia menambahkan tentang peran Ukraina dalam merusak keamanan energi Eropa.
Baca Juga: Daftar Harga Gas di Negara-negara Eropa, Dari yang Termahal hinggaTermurah
Szijjarto mengungkap bahwa Budapest dan Beograd setuju untuk membangun pipa minyak sepanjang 200 kilometer yang menghubungkan kedua negara pada tahun 2027. Ia menambahkan bahwa proyek ini akan membantu Hungaria menghindari kenaikan harga bensin.
(akr)
Lihat Juga :