Mengukur Keberhasilan Perusahaan Menghadapi Pandemi Covid-19
Senin, 07 September 2020 - 23:08 WIB
loading...
Untuk mengukur keberhasilan perusahaan hadapi Pandemi Covid-19, INFOBRAND.ID dan TRAS N CO Indonesia berinisiasif melakukan survei untuk menentukan perusahaan-perusahaan publik berkinerja positif. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Dalam lima tahun terakhir sebelum memasuki tahun 2020, perekonomian di Indonesia boleh dibilang dalam kondisi stabil. Memasuki tahun 2020, sama seperti tahun sebelumnya, para investor dan pelaku bisnis pun yakin kondisinya tak akan jauh berbeda. Perusahaan pun optimis dengan target yang ditetapkan dengan strategi-strategi yang telah disiapkan.
Namun siapa sangka situasi mendadak berubah. Persis di awal tahun dunia diguncang dengan Covid-19 yang merebak ke seluruh dunia menjadi pandemi. Tak terkecuali di Indonesia, sejak bulan April pemerintah terpaksa mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang mengharuskan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah (Stay at Home).
(Baca Juga: Brand Lokal Jaga Pangsa Pasar )
Ternyata kebijakan itu berimbas besar pada perekonomian. Pasalnya selama beraktivitas di dalam rumah konsumsi masyarakat pun berkurang. Industri pariwisata, penerbangan, hotel dan mal adalah beberapa industri yang terkena dampak paling parah, karena anjloknya permintaan di sektor tersebut.
Imbas yang paling besar dari bekurangnya permintaan masyarakat tentunya suplai atau aktivitas produksi para pelaku bisnis. Berkurangnya permintaan pada produk dan layanan tertentu bahkan membuat tidak sedikit perusahaan yang mengurangi bahkan menghentikan produksinya.
Namun siapa sangka situasi mendadak berubah. Persis di awal tahun dunia diguncang dengan Covid-19 yang merebak ke seluruh dunia menjadi pandemi. Tak terkecuali di Indonesia, sejak bulan April pemerintah terpaksa mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang mengharuskan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah (Stay at Home).
(Baca Juga: Brand Lokal Jaga Pangsa Pasar )
Ternyata kebijakan itu berimbas besar pada perekonomian. Pasalnya selama beraktivitas di dalam rumah konsumsi masyarakat pun berkurang. Industri pariwisata, penerbangan, hotel dan mal adalah beberapa industri yang terkena dampak paling parah, karena anjloknya permintaan di sektor tersebut.
Imbas yang paling besar dari bekurangnya permintaan masyarakat tentunya suplai atau aktivitas produksi para pelaku bisnis. Berkurangnya permintaan pada produk dan layanan tertentu bahkan membuat tidak sedikit perusahaan yang mengurangi bahkan menghentikan produksinya.
Lihat Juga :