Mengejutkan, Ditemukan Harta Karun Emas dari Batuan Vulkanik di Hawaii
Rabu, 28 Mei 2025 - 20:19 WIB
loading...
Universitas Gottingen mendapati adanya kandungan emas dalam temuan terkini dari batuan vulkanik. Sebuah studi baru oleh perguruan tinggi di Jerman. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Universitas Gottingen mendapati adanya kandungan emas dalam temuan terkini dari batuan vulkanik . Sebuah studi baru oleh perguruan tinggi di Jerman mengungkapkan tentang batuan vulkanik dari Hawaii yang bocor dari kedalaman di bawah litosfer, mengandung berbagai logam berharga.
Dr. Nils Messling dari Departemen Geokimia Universitas Gottingen mengatakan, bahwa mereka terkejut ketika melihat hasil tesnya."Ketika hasil pertama datang, kami menyadari bahwa kami benar-benar telah menemukan emas! Data kami mengonfirmasi bahwa material dari inti yang bocor ke permukaan bumi, mengandung emas dan logam berharga lainnya," kata Messling.
Diterangkan bahwa sekitar 99% emas di Bumi terkubur dalam-dalam di Inti Metalik Bumi, jauh di luar jangkauan manusia. Emas tersebut saat ini terkubur sekitar 1.800 mil di dalam inti. Penemuan rutenium ini, yang terbentuk dan terkunci dengan emas, mungkin merupakan tanda bahwa batuan vulkanik ini berasal dari kedalaman Bumi.
Baca Juga: Seorang Petani Temukan Harta Karun Emas Lebih dari 150 Ton Senilai Rp73,4 Triliun
"Temuan kami tidak hanya menunjukkan bahwa inti Bumi tidak seisolasi yang diperkirakan sebelumnya. Kami sekarang juga dapat membuktikan bahwa volume besar material mantle super-panas – beberapa ratus kuadrilion metrik ton batu – berasal dari batas inti-mantle dan naik ke permukaan Bumi untuk membentuk pulau-pulau di lautan seperti Hawaii," kata Profesor Matthias Willbold dalam sebuah keterangan resminya.
Ada cara untuk menguji isotop rutenium, terutama ketika perbedaan adalah variasi kecil dari elemen yang sama. Isotop rutenium di inti Bumi sedikit berbeda dari yang ada di permukaan, dimana perbedaannya terlalu kecil untuk benar-benar terdeteksi.Namun, prosedur baru yang dikembangkan oleh peneliti di Universitas Göttingen telah membuatnya menjadi mungkin.
"Apakah proses-proses yang kita amati hari ini juga telah beroperasi di masa lalu masih perlu dibuktikan. Temuan kami membuka perspektif yang sama sekali baru tentang evolusi dinamika internal planet kita," kata Messling dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: 4 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar di Dunia, Intip Gudang Penyimpanannya
Ketika logam-logam berharga ini mulai bocor ke permukaan Bumi, ini bisa menunjukkan bahwa pasokan emas dan logam penting lainnya untuk energi terbarukan bisa berasal dari inti Bumi.
Dr. Nils Messling dari Departemen Geokimia Universitas Gottingen mengatakan, bahwa mereka terkejut ketika melihat hasil tesnya."Ketika hasil pertama datang, kami menyadari bahwa kami benar-benar telah menemukan emas! Data kami mengonfirmasi bahwa material dari inti yang bocor ke permukaan bumi, mengandung emas dan logam berharga lainnya," kata Messling.
Diterangkan bahwa sekitar 99% emas di Bumi terkubur dalam-dalam di Inti Metalik Bumi, jauh di luar jangkauan manusia. Emas tersebut saat ini terkubur sekitar 1.800 mil di dalam inti. Penemuan rutenium ini, yang terbentuk dan terkunci dengan emas, mungkin merupakan tanda bahwa batuan vulkanik ini berasal dari kedalaman Bumi.
Baca Juga: Seorang Petani Temukan Harta Karun Emas Lebih dari 150 Ton Senilai Rp73,4 Triliun
"Temuan kami tidak hanya menunjukkan bahwa inti Bumi tidak seisolasi yang diperkirakan sebelumnya. Kami sekarang juga dapat membuktikan bahwa volume besar material mantle super-panas – beberapa ratus kuadrilion metrik ton batu – berasal dari batas inti-mantle dan naik ke permukaan Bumi untuk membentuk pulau-pulau di lautan seperti Hawaii," kata Profesor Matthias Willbold dalam sebuah keterangan resminya.
Ada cara untuk menguji isotop rutenium, terutama ketika perbedaan adalah variasi kecil dari elemen yang sama. Isotop rutenium di inti Bumi sedikit berbeda dari yang ada di permukaan, dimana perbedaannya terlalu kecil untuk benar-benar terdeteksi.Namun, prosedur baru yang dikembangkan oleh peneliti di Universitas Göttingen telah membuatnya menjadi mungkin.
"Apakah proses-proses yang kita amati hari ini juga telah beroperasi di masa lalu masih perlu dibuktikan. Temuan kami membuka perspektif yang sama sekali baru tentang evolusi dinamika internal planet kita," kata Messling dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: 4 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar di Dunia, Intip Gudang Penyimpanannya
Ketika logam-logam berharga ini mulai bocor ke permukaan Bumi, ini bisa menunjukkan bahwa pasokan emas dan logam penting lainnya untuk energi terbarukan bisa berasal dari inti Bumi.
(akr)
Lihat Juga :