Gelombang Badai PHK Belum Usai, Nasib 3 Juta Buruh Kembali Terancam

Jum'at, 30 Mei 2025 - 19:34 WIB
loading...
Gelombang Badai PHK...
Gelombang badai PHK masih akan terus berlanjut di 2025. Sebanyak 3 juta buruh terancam kehilangan pekerjaan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Sebanyak 3 juta buruh di industri padat karya terutama sektor tekstil dan garmen terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat membanjirnya produk impor yang lebih murah.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi memperingatkan, situasi ini bisa memicu gelombang PHK besar-besaran jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret.

"Industri tekstil dalam negeri kesulitan bersaing dengan produk impor, baik yang legal maupun ilegal. Jika dibiarkan, ancaman PHK akan semakin meluas," ujar Ristadi dalam konferensi pers, Jumat (30/5).

Baca Juga: Tangis Buruh di RI, 61.000 Orang Tiba-tiba Kena PHK dalam 4 Bulan

Menurut Ristadi, harga produk tekstil impor yang jauh lebih murah membuat produk lokal kalah bersaing. Bahkan, banyak pengusaha garmen dalam negeri lebih memilih mengimpor bahan baku seperti kain dan benang karena harganya lebih kompetitif.

"Pengusaha lebih suka impor daripada membeli dari pabrik lokal. Ini memperparah kondisi industri," jelasnya.

Tidak hanya produsen barang jadi, industri hulu seperti pembuat kain dan benang juga terancam PHK.

"Jika permintaan bahan baku lokal turun drastis, pabrik-pabrik ini terpaksa mengurangi karyawan atau bahkan tutup," tegas Ristadi.

Baca Juga: 7,28 Juta Orang Indonesia Jadi Pengangguran per Februari 2025

KSPN mendesak pemerintah untuk segera melakukan pembenahan, termasuk memberantas impor ilegal dan menekan biaya produksi industri lokal. "Perlu kebijakan yang melindungi industri dalam negeri, terutama sektor padat karya seperti tekstil," tegas Ristadi.

Gelombang PHK di industri tekstil berpotensi memicu lonjakan pengangguran dan kemiskinan. Sektor ini selama ini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, khususnya bagi pekerja dengan keterampilan terbatas.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Rekomendasi
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Berita Terkini
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
Infografis
3 Masalah yang Membuat...
3 Masalah yang Membuat Conor McGregor Belum Kembali ke UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved