10 Negara Terkaya di Dunia dengan Utang Segunung, dari AS Sampai Tetangga Indonesia

Selasa, 03 Juni 2025 - 11:08 WIB
loading...
10 Negara Terkaya di...
10 negara terkaya di dunia dengan rasio utang terbesar. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) menempati posisi teratas sebagai negara dengan utang luar negeri terbesar di dunia, diikuti oleh Singapura dan Inggris yang juga mencatat rasio utang tinggi terhadap produk domestik bruto (PDB). Meski tetap berpengaruh secara global, membengkaknya utang negara-negara kaya ini menimbulkan kekhawatiran terkait manajemen fiskal jangka panjang.

Studi terbaru menegaskan bahwa besaran utang absolut bukanlah satu-satunya ancaman. Rasio utang terhadap PDB, kemampuan mengendalikan inflasi, dan tingkat kebebasan ekonomi menjadi faktor penting dalam menentukan ketahanan ekonomi sebuah negara.

"Ekonomi dengan kebebasan tinggi dan inflasi terkendali menunjukkan ketahanan luar biasa meski rasio utang tinggi, menandakan kualitas tata kelola lebih menentukan daripada angka mentah," ujar Nathan Nolan, pendiri Falcon Funded, dikutip dari Tuko News, Selasa (3/6).

Baca Juga: 4 Negara Terancam Bangkrut Terjebak Utang China, Terparah Sampai Menyerahkan Pelabuhan

Berikut daftar 10 negara terkaya di dunia dengan rasio utang terbesar berdasarkan data Bank Dunia tahun 2023:

1. Amerika Serikat

AS memiliki PDB sebesar USD27,72 triliun dan utang luar negeri hampir USD26 triliun, dengan rasio utang terhadap PDB sekitar 96%. Inflasi yang moderat dan tingkat kebebasan ekonomi yang tinggi membuat ekonomi AS tetap tangguh, meski skala utangnya memberi tekanan pada keuangan global.

2. Singapura

Negeri Singa mencatat rasio utang terhadap PDB tertinggi di dunia, yakni 418,87%. Namun, Singapura mampu mengimbanginya dengan inflasi rendah 0,9% dan skor kebebasan ekonomi tertinggi, 84,1, di antara negara-negara besar.

3. Inggris Raya

Inggris memiliki utang lebih dari USD10,5 triliun, dengan rasio utang 2,5 kali PDB. Inflasi 2,8% dan kebebasan ekonomi yang tidak terlalu tinggi menambah beban pada rumah tangga dan fiskal negara.

4. Prancis

Prancis mencatat utang sebesar USD8,04 triliun, dengan rasio utang terhadap PDB 260,77%. Meski inflasi hanya 0,8%, kelemahan dalam kebebasan ekonomi menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: Penasihat Danantara Ray Dalio Rilis Buku Baru, Singgung Bahaya Utang dan Negara Bangkrut

5. Swiss

Utang luar negeri Swiss mencapai USD2,32 triliun atau lebih dari 2,5 kali lipat PDB. Namun, inflasi sangat rendah (0,3%) dan tata kelola ekonomi yang kuat membantu Swiss menahan tekanan keuangan.

6. Jerman

Sebagai ekonomi terbesar di Eropa, Jerman memiliki PDB USD4,525 triliun dan rasio utang terhadap PDB 160,56%. Inflasi moderat 2,2% dan pengelolaan fiskal yang ketat menjaga stabilitas ekonomi Jerman.

7. Belgia

Belgia memiliki utang USD1,65 triliun, dengan beban utang 2,5 kali PDB yang sebesar USD644,78 miliar. Inflasi cukup tinggi, yakni 2,9%, menjadi tantangan tambahan.

8. Finlandia

Finlandia menanggung kewajiban eksternal sebesar USD686,77 miliar, atau 232,80% dari PDB yang hanya USD295,53 miliar.

9. Argentina

Satu-satunya negara Amerika Selatan dalam daftar, Argentina memiliki PDB USD646,08 miliar dan rasio utang terhadap PDB 46,47%. Namun, inflasi ekstrem 55,9% dan kebebasan ekonomi yang rendah meningkatkan risiko keuangan negara ini.

10. Kanada

Kanada memiliki PDB USD2,14 triliun dan utang USD3,16 triliun, dengan rasio utang terhadap PDB 145,70%. Didukung kebebasan ekonomi yang kuat dan inflasi moderat 2,3%, Kanada memiliki tingkat stres keuangan terendah di antara 10 negara teratas.

Meski utang besar kerap menjadi sorotan, negara-negara dengan tata kelola ekonomi yang baik dan inflasi terkendali terbukti mampu bertahan menghadapi tekanan global. Rasio utang tinggi bukan akhir segalanya, selama negara mampu menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Rekomendasi
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved