Penasihat Danantara Ray Dalio Rilis Buku Baru, Singgung Bahaya Utang dan Negara Bangkrut

Sabtu, 31 Mei 2025 - 17:42 WIB
loading...
Penasihat Danantara...
Penasihat Danantara dan pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Penasihat Danantara dan pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, kembali memperingatkan dunia tentang ancaman krisis utang yang membayangi Amerika Serikat (AS). Dalam buku terbarunya, How Countries Go Broke: The Big Cycle, yang akan dirilis pada 3 Juni 2025, Dalio menyoroti bahaya kepemimpinan Donald Trump, dan siklus utang yang berpotensi menghancurkan perekonomian AS.

Miliarder yang dikenal dengan prediksi akuratnya terhadap krisis 2008 ini menggambarkan Trump sebagai pemimpin yang mengikuti jejak tokoh otoriter tahun 1930-an seperti Adolf Hitler dan Benito Mussolini. Dalam kutipan eksklusif yang diterbitkan The Guardian, dia menilai Trump telah mengikis prinsip pemisahan kekuasaan dengan menggunakan 152 perintah eksekutif dan menentang putusan pengadilan.

"Konsolidasi kekuasaan seperti ini adalah tanda klasik menuju otoritarianisme," tulis Dalio. Dia membandingkan langkah Trump dengan kebijakan presiden AS sebelumnya, Andrew Jackson dan Franklin D. Roosevelt, yang juga memperluas kekuasaan eksekutif secara kontroversial.

Baca Juga: Rosan Roeslani Angkat Bicara soal Kabar Ray Dalio Tinggalkan Danantara

Dalio memperingatkan sentralisasi kekuasaan Trump adalah bagian dari "Siklus Utang Besar" sebuah pola sejarah di mana negara-negara kolaps akibat utang yang tak terkendali. Saat ini, utang nasional AS mencapai USD37 triliun tanpa rencana penyelamatan yang jelas.

Dalio sebelumnya juga memprediksi AS akan menghadapi "serangan jantung krisis utang" dalam tiga tahun ke depan. "Defisit 6,5% dari PDB tidak sustainable. Pasar obligasi bisa menjadi bom waktu," ujar dia dalam sebuah forum ekonomi.

Selain itu, Dalio mengkritik kebijakan proteksionis Trump, termasuk tarif impor terhadap China. Menurutnya, langkah tersebut justru mempercepat pergeseran kekuatan ekonomi global. "Negara-negara lain akan beradaptasi dan menciptakan aliansi baru, meninggalkan AS," tulisnya pada April lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Rekomendasi
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved